Modus

Polda Lampung Tahan Tersangka Terkait Perusakan Hutan Mangrove Bakauheni

Perusakan Hutan Mangrove Bakauheni/WALHI

Suluh.co – Pihak Dirkrimum Polda Lampung, akhirnya menahan MT, warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakaheuni, Lampung Selatan, dalam dugaan tindak pidana pemalsuan surat terkait sangkaan perusakan lahan mangrove oleh PT Tri Patria Bahuga.

“Bersangkutan ditahan atas dugaan penggelapan dengan menggunakan surat palsu sebagaimana diatur dalam pasal 277 KUHP subsider pasal 263 ayat 2 KUHP,” jelas Kombes Pol Muslimin saat dikonfrimasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/2).

Diketahui, di dalam berkas tersebut, seolah-olah menyebutkan bahwa lahan mangrove itu milik keturunan Sai Batin Marga Dantaran, Lampung Selatan.

Padahal, berdasarkan laporan Polisi pada September 2020, lahan tersebut diakui milik satu dari enam Marga Saibatin, Lampung Selatan.

“Modus MT adalah dengan membuat dan menggunakan surat palsu berupa silsilah keturunan Kakhiya Nukhjaya, dengan maksud untuk digunakan sebagai dasar penguasaan terhadap tanah yang berada di beberapa lokasi di Kecamatan Bakauheni,” kata Supriyanto, kuasa hukum pelapor atas nama Galih Patih Gemulung, Kamis (18/2).

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Divonis 13 Tahun, Keluarga Korban Keberatan

Menurutnya, untuk menguatkan laporan polisi, pihak pelapor telah menghadirkan ke hadapan penyidik berbagai alat bukti untuk mendukung laporan, baik berupa bukti surat maupun saksi.

“Menurut informasi yang kami dapat, perkara ini sudah masuk pada tahap dua. Itu artinya laporan kami telah cukup bukti untuk segera dibawa ke pengadilan,” urai Supriyanto.

Saat ini pihaknya sedang mengkaji terkait kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.

“Apabila ditemukan bukti yang mengindikasikan ada pihak lain terlibat dalam dugaan pemalsuan tersebut, atau turut menggunakan surat palsu tersebut untuk mendapatkan keuntungan tertentu, maka kami berharap dapat diproses oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan tentu kita berterimakasih sekaligus mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menuntaskan kasus ini,” tandasnya.

Baca Juga:  Hadiri Earth Hour, M Ridho Ficardo Ajak Generasi Muda Cinta Kebersihan

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) berkomentar atas adanya peristiwa penolakan laporan masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas ilegal PT Tri Patria Bahuga dari Walhi ke Polda Lampung.

Perusahaan ini diduga melakukan kegiatan di Desa Bakauheni, Lampung Selatan tanpa dasar hukum yang kuat dan dinilai Walhi berujung pada perbuatan pidana.

Dugaan atas adanya indikasi perbuatan pidana ini sesungguhnya sudah menjadi konsumsi sejumlah kalangan. Terbukti instansi terkait dan DPRD Lampung menyatakan perusahaan tadi melakukan perluasan lahan tanpa mengantongi izin.

Bahkan persoalan ini sudah masuk ke ranah Rapat Dengar Pendapat yang dihelat di DPRD Lampung. Atas beberapa variabel ini, Walhi membuat laporan ke lembaga penegak hukum.

Baca Juga:  Meski Membantah, Polisi Tetap Lanjutkan Tuduhan Penipuan oleh Fajrun Najah Ahmad

PT Tri Patria Bahuga sendiri merupakan perusahaan keluarga milik mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Bagi IPW, peristiwa ini menunjukkan adanya kegalauan lembaga penegak hukum untuk memilih sikap. Yang berdampak pada pupusnya harapan masyarakat untuk mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya.

 

Reporter : SUL

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top