Daerah

Polda Lampung Bahas Pengelolaan Dana Desa di Pringsewu

Sosialisasi Tentang Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2019 di Gedung Serbagauna Kolam Renang Paris, Kelurahan Pajarisuk, Kecamatan Pringsewu/DN

PRINGSEWU – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) mengelar acara sosialisasi ‘Tentang Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2019’ di Gedung Serbagauna Kolam Renang Paris, Kelurahan Pajarisuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan tersebut dihadiri, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, Dir Reskrimsus Polda Lampung Kombes Pol. Subakti, Asisten I Andi Wijaya, Kadis PMD Malian Ayub dan kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Fauzi dalam sambutannya mengatakan, meskipun Kabupaten Pringsewu merupakan kabupaten terkecil yang ada di Provinsi Lampung.

Kabupaten Pringsewu dengan jumlah penduduk berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 400 ribu, terdiri dari 126 Pekon. cukup jauh jika, dibandingkan dengan Kabupaten Tanggamus baik luasan maupun jumlah pekon.

“Kita harus bangga dalam pengelolaan dana desa. Karena Pringsewu menjadi percontohan dalam penerapan siskuedes kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” kata Fauzi, kemarin.

Kedepan, Kabupaten Pringsewu soal pengelolaan dana desa harus apik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, dan juga pertanggungjawaban.

“Perencanaan harus mendasar dan berpedoman dengan aturan yang sudah ditetapkan, Baik dari pemerintah pusat dan peraturan Bupati. Insyaallah tahapan demi tahapan pengelolaan dana desa akan berjalan aman,” pintanya.

Ditempat sama, Dir Reskrimsus Polda Lampung Drs. Subakti mengatakan, selain sosialisasi tentang pengawasan pengelolaan dana desa. Ia juga menyampaikan kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Pringsewu jelang pemilu 17 April 2019 sangatlah penting.

Baca Juga:  Disdukcapil Lampung Selatan Data Warga Lapas Kelas IIB Kota Agung

“Seluruh stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pringsewu harus ambil peranan dalam menciptakan situasi yang kondusif, aman jelang pemilu atau paska pemilu 17 April mendatang,” kata Kombes Pol Subakti Dirkrimsus Polda Lampung.

Menurut Subakti, mengajak masyarakat Pringsewu untuk menangkal berita-berita hoax yang bertebaran di media sosial (Medsos).

“Suhu politik semakin meningkat jelang Pileg dan Pilpres yang semua bersumber dari pemberitaan yang diduga Hoaxs untuk saling melemahkan lawan politiknya, situasi inilah menjadi peran penting seluruh unsur lapisan masyarakat, terutama Kepala Pekon untuk tangkal hoax,” ujarnya.

Selain itu, Subakti juga memberikan pemahaman hukum tentang pengawasan pengelolaan dana desa yang akan direalisasikan ditahun anggaran 2019.

“Pengawasan pengelolaan dana desa mejadi tanggungjawab aparatur pekon dan Kepala Pekon, mulai dari perencanaan anggara, penerapan program kerja, dan pelaporan anggaran yang sudah di realisasi,”kata Subakti.

Ia menjelaskan, lanjut Subakti, kepala pekon adalah keperpajangan tangan Pemerintah Pusat, sebagai mesin pembangunan, kesejahteraan ekonomi, kesenjangan sosial dan mesin perubahan ditengah-tengah masyarakat.

“Artinya, Pemerintah Pekon lebih berhati-hati, ihwal mekanisme pencairan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dana desa harus sesuai dengan perencanaan melalui proses musyawarah tingkat dusun,” pintanya.

Baca Juga:  Bupati Lambar Resmikan Puskesmas Rawat Inap Gedung Surian

Dalam kesempatan tersebut, Subakti menegaskan, Kakon di Kabupaten Pringsewu harus benar-benar merealisasikan dana desa sesuai dengan Juklak juknis dan berpedoman peraturan yang sudah ditentukan tentang pengelolaan dana desa.

“Itu semua, agara kepala pekon tidak salah dalam penggunaan serta pengelolaan dana desa, sehingga terhindar dari jeratan hukum atas laporan dugaan tindak pidana korupsi,” paparnya.

Subakti juga mewanti-wanti kepada seluruh Kepala pekon yang hadir, untuk selalu berkoordinasi dengan pendamping lokal desa, pendamping desa tingkat Kecamatan dan Kabupaten serta Dinas terkait untuk mengkroscek percana pembangunan yang sudah disusun.

“Agar Kepala Pekon tidak ada kelalaian sebelum pelaksanaan, supaya tidak terjadi Mark up, pembangunan yang fiktif dengan unsur kesengajaan dalam pengelolaan dana desa, itu semua supaya tidak mengarah kepidana,” ujarnya.

Disela-sela pemberian materi dalam pengawasan pengelolaan dana desa, Subakti memberikan pemahaman dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban supaya tidak tersandung masalah-masalah hukum.

“Misalkan, Kepala pekon waktu jabatnya masih 5 tahun. Tapi, bapak/ibu tersandung hukum berat itu pak. Kita gak mau negok, terus, maunya lanjut terus, tidak bisa pak. karena, kita tidak mau memperbaiki perbaikan yang benar,” jelasnya.

Oleh sebab itulah, masih Subakti terkait masalah-masalah keuangan dana desa ini. Betul-betul dilakukan dengan baik, jangan sampai tersandung masalah hukum. Karena sudah banyak contohnya, mulai dari Gubernur, Bupati, Kepala Desa tersandung masalah hukum itu tidak enak.

Baca Juga:  Rakata Institute Dikenakan Pasal UU ITE

“Maka dari itu, kepala pekon sebagai ujung keperpajangan tangan pemerintah agar mampu  menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan hari ini, Kamis (10/04) harus dijabarkan dengan baik dan benar,” pintanya.

Karena, pemerintah sudah melakukan perubahan-perubahan banyak yang harus dilakukan terus menerus, pembangunan jangan sampai terputus.

“Kalau dana desa terputus pak, dana desanya bagaimana. Mau lanjut gak? Lanjut? Iya kalau mau lanjut harus kerja dan tidak ada kata lain, kerja kerja dan kerja,” terangnya.

Perlu diketahui, laporan dugaan tindak pidana korupsi ditahun 2018 lalu di Kabupaten Pringsewu. Data yang masuk ke Dir Reskrimsus Polda Lampung tercatat sekitar 10 laporan.

“Dari ke-10 laporan tesebut bersumber dari masyarakat Pringsewu. Maka dari itu, kepala pekon harus tertib administrasi, realisasi yang tepat sasaran dan pembangunan didesa. hal itu, untuk mencegah terjadinya mark up anggaran dan penyelewengan dana desa,” ungkapnya.(DN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top