Bandar Lampung

Plt Yusuf Kohar Prioritaskan Pembangunan Pasar Smep

Pasar Smep/Ist

BANDAR LAMPUNG – Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar, memberi solusi terkait permasalahan mangkraknya pembangunan Pasar SMEP.

Solusi tersebut berupa usulan permohonan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat untuk membantu proses pembangunan pasar dengan kasasitas sekitar 400 pedagang itu.

Solusi dari Yusuf Kohar ini terbilang cukup brilian sebagai seorang pemimpin sebab selain hadir dalam membantu permasalahan yang dihadapi pedagang juga memprioritaskan agar masalah yang dibuat rekanan sebelumnya itu dilanjutkan dengan bantuan pemerintah dan bukan kepada pihak swasta.

“Permasalahan Pasar SMEP harus segera dicarikan solusi konkrit karena ini masalahnya kompleks dan sudah menahun. Derita para pedagang harus diakhiri. Untuk itu, apabila organisasi perangkat daerah yang menanganinya sudah tidak sanggup, kita bisa minta bantuan provinsi atau pusat,” ujarnya, Kamis (3/5).

Baca Juga:  Pedagang Pasar SMEP Tak Lagi Percayai Herman HN

Kohar menegaskan mengenai masalah ini supaya ada kejelasan dari OPD dalam mengambil langkah-langkah penyelesaian dan dilaporkan apakah masih mampu menanganinya bila tidak dilaporkan sesuai kondisi yang ada saat ini.

“Kita upayakan pengelolaannya oleh pemerintah. Karena itu jangan sampai diambil alih pihak swasta,” terangnya.

Yusuf Kohar sangat memperhatikan perkambangan masalah Pasar SMEP.

Keberpihakannya pada para pedagang dibuktikan dengan mengupayakan solusi serta belum lama ini pedagang Pasar SMEP diimbaunya agar melapor kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“Persoalan yang ada di masyarakat maka pemerintah atau pemimpinnya harus tahu dan membantu sebagai contoh yang sedang dialami para pedagang Pasar SMEP ini kita terus upayakan sampai tuntas. Inilah bukti hadirnya pemerintah, ya jadi mampu berempati atas masalah masyarakat,”tutupnya.

Baca Juga:  Kado Hari Anak Nasional, Lampung Raih Predikat Kota Layak Anak

Persoalan mangkraknya pembangunan Pasar SMEP berawal pada tahun 2003 pengembang pasar yang akan membangunnya.

Para pedagang waktu itu telah membayar uang muka kepada pengembang namun hingga kini tidak dilaksanakan sehingga menyisakan masalah. Informasi yang dihimpun, pengembang pasar tersebut sedang terlilit kasus hukum di Polda Lampung.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top