Iklan
Daerah

Plh Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita Sapa Korban Tsunami Lampung

Plh Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita mengunjungi Posko (PMI) Di Desa Kunjir lokasi pengungsian masyarakat terdampak gempa , Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan/Istimewa

LAMPUNG SELATAN – Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita, mengunjungi Posko (PMI) Di Desa Kunjir  lokasi pengungsian masyarakat terdampak gempa , Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu (3/1).

Kedatangan Ginandjar didampingi oleh jajaran pengurus PMI Pusat dan PMI Provinsi Lampung , MR Steve IFRC, Sumarsono pengurus PB, Sunar Bowo Sandi, Kepala Markas Arifin Muhadi Kadiv PB , Eka Wulan Cahyasari, kadiv Kesehatan Ridwan S Carman kasubid TDB, Umar Hasan  ketua PMI Provinsi Lampung dan staf jajaran.

Baca Juga:  Sanggar Seni Swastika Wakili Kabupaten Purworejo di Event Bersamaan

Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat kondisi para korban sekaligus melihat pelayanan PMI yang dilakukan selama operasi tanggap darurat di Lamsel.

“Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan rumah dan sanak family mereka akibat gelombang tsunami, sekaligus ingin melihat pelayanan-pelayanan PMI untuk para korban di lokasi terdampak tsunami,” kata Ginandjar Kartasasmita usai menonton video dokumenter pasca tsunami di Halaman Rumah Dinas Bupati Lamsel.

Ginandjar mengaku, satu hari pasca tsunami, PMI telah turun langsung dan membuka Posko Lapangan PMI di lokasi terdampak tsunami. Adapun personel yang turun terdiri dari PMI Lampung 15 orang PMI Lamsel 35, PMI kabupaten/kota 17 orang dan spesialisasi relawan asessment 8 orang.

Baca Juga:  Bunda Paud Nanda Indira Dendi Minta Guru Paud Kembangkan Potensi Yang Khas

“Untuk kekuatan PMI di lapangan menurunkan sejumlah kendaraan, seperti mobil operasional 2 unit, ambulans 1 unit, truck tangki air 5 unit, truck Satgana 1 unit, mobil pick up 1 unit, dan motor 4 unit. Sedangkan, pelayanan hingga kini sudah 203 pelayanan kesehatan, 119 orang dukungan psikososial, dan RFL 1 kasus,” kata dia.

Selain melihat langsung kondisi korban, menurut Ginandjar, kunjunganya itu untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan atau dibutuhkan masyarakat terkait bantuan. Jika ada kekurangan dalam penanggulangan bencana, maka pihak PMI siap membantu.

“Saya ingin melihat apa yang masih harus kita lakukan untuk mendukung Pemerintah Lamsel, Basarnas atau lainnya, terutama bantuan-bantuan yang masih sangat dibutuhkan masyarakat. Kita harus percepat pengiriman dan pendistribusiannya ke masyarakat,” pungkasnya.(GS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top