Iklan
Pendapat

Pintar Memilah Media Online

Ist

Oleh Abdullah Al Mas’ud

Wartawan senior

SIAPA pun butuh media massa sebagai sarana untuk mengetahui berbagai peristiwa, khususnya  di sekitar kita. Namun, bentuk apapun, media massa selalu memiliki pengaruh positif dan negatif.

Kini sedang musim media siber, yakni media massa yang menggunakan wahana internet untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Jumlah media siber di Provinsi Lampung, sudah mencapai angka ratusan. Pembaca tinggal memilih, mana media online yang kredibel dan tidak. Khususnya bagi pemerintah daeah atau kabupaten  yang kerja sama dengan media online.

Pemerintah kota dan kabupaten harus jeli menerima kerja sama dengan media online yang berkualitas dan abal-abal. Sebab syarat mendirikan media online sangat mudah, yakni tinggal membuat blogspot, membeli domain, dan melegalisasi lembaga dalam bentuk PT, selesai.

Kalau media online abal-abal isi kontennya cuma memuat berita rilis, tanpa memutas berita hasil hunting di lapangan karena tak sanggup menggaji wartawan apalagi redaktur selaku editor dari materi konten berita.

Baca Juga:  Mengancam dengan Pemberitaan, Media Newskabarindonesia Bisa Dipolisikan

Disebut kredibel, jika kontennya secara umum sesuai dengan standar jurnalistik. Sebab kini meskipun berbadan hukum, banyak media siber memuat berita yang menyalahi UU Pers dan Koden Etik Jurnalistik, karena hanya untuk mengambil kerja sama dngan pemerintah kota dan kabupaten.

Hitung-hiutngan kasar saja, jika sebulan kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota Rp2 juta per bulan, di Lampung ada 15 kota dan kabupaten, tinggal dikalikan saja, Rp2 juta dikali 15, jadi dapat Rp30 juta per bulan.

Media siber  adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan oleh Dewan Pers.

Baca Juga:  Keteladanan Bapak Pendidikan

Memsng siih…sulit rasanya menghindari media berbasis internet. Sebab keuntungan yang bisa didapat media ini tentu sangat banyak. Masyarakat modern yang mobilitasnya tinggi sangat memerlukan informasi secara mudah dan cepat. Media siber adalah pilihannya. Tetapi, informasi yang mereka dapat malah memberikan pengaruh negatif.

Informasi yang memberikan pengaruh negatif itu bisa jadi dibuat oleh mereka yang tidak memiliki kompetensi untuk mengelola media massa sebagaimana diatur oleh UU Nomor 40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

Tidak sedikit berita yang dibuat tanpa dilakukan verifikasi dan keberimbangan narasumber. Padahal, verifikasi merupakan prinsip setiap berita untuk memenuhi prinsip lain, yakni akurasi dan keberimbangan.

Memang, kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi oleh Pancasila, UUD 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber merupakan bagian dari itu. Tetapi, itu semua tentu ada koridornya.

Baca Juga:  Delilah, Otanjoubi Omedetou Gozaimasu

Mengelola media massa dalam bentuk apa pun, rukun dan syaratnya wajib terpenuhi. Bangsa ini membutuhkan semangat persatuan dalam membangun masa depan. Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers tidak boleh mengabaikan tanggung jawab. Jadilah manusia yang merdeka, bebas, dan bertanggung jawab. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top