Bandar Lampung

Pimpinan KPK Diminta Ganti Juru Bicara Febri Diansyah

Eksponen 98 asal Provinsi Lampung, Mahendra Utama/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Kinerja Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, dikritik. Kritik ini diutarakan Eksponen 98 asal Provinsi Lampung, Mahendra Utama.

Mahe, sapaan akrabnya, mengatakan, Febri Diansyah dinilai tidak ideal bertugas sebagai juru bicaranya komisi antikorupsi.

Alasannya, eksponen asal Lampung melihat Febri tidak baik dalam menyebarluaskan informasi tentang kegiatan yang menyangkut kegiatan lembaga antirasuah tersebut. Khususnya, dalam kegiatan KPK di Provinsi Lampung.

“Sebagai humas semestinya jangan kaku menjalankan tugas saat menyampaikan informasi, baik langsung ke publik maupun ke media,” kata Mahe, Kamis (31/10) malam.

Komentar Mahe ini bukan tak berdasar. Kata Mahe, Febri baru saja merilis kegiatan penyidik tentang pemeriksaan saksi-saksi dalam dugaan kasus korupsi yang menyeret Bupati Lampung Utara.

Baca Juga:  YBM BRI Bandar Lampung Buka Loker Pendamping PPM

Untuk diketahui, Febri pada pukul 17.46 WIB menyebarluaskan informasi itu. Di dalam keterangan tertulis itu, nama saksi tidak disertakan. Namun, Febri yang sedianya adalah juru bicara tidak merespon pertanyaan wartawan di Lampung tentang detail identitas para saksi.

“Semestinya jika ada wartawan yang hendak mempertanyakan kedetailan keterangan pers tertulis itu, Febri harus menjawab. Bukan diam dan low respon kepada wartawan di Lampung. Ini kan kegiatan KPK di Lampung, wajar dong wartawan di Lampung menanyakan hal itu. Apa mesti wartawan nasional dulu yang harus bertanya, baru dia mau menjawab?,” ungkap Mahe.

Mahe melihat ketidakidealan kerja Febri itu dari sebaran link berita tentang kegiatan pemeriksaan tersebut.

“Dan sepertinya bukan kali ini saja Febri low respon. Dalam keterangan pers berisi kegiatan KPK lainnya di Lampung pun, Febri tidak memberikan informasi yang rinci. Kalau tidak mau ditanyakan oleh wartawan, lebih baik Febri tidak memberikan keterangan pers yang isinya cuma sepotong-potong saja,” tandas Mahe.

Baca Juga:  Kondisi Wagub Lampung Chusnunia Chalim Ternyata Memang Sedang Tidak Baik-baik Saja

Ia berharap, pimpinan KPK jilid IV memperhatikan hal yang dilakukan Febri. Bahkan, Mahe berharap KPK tidak menggunakan Febri lagi sebagai Kepala Biro Humas KPK.

Ia berpesan, agar juru bicara yang ditugaskan KPK harus lah sosok bersahabat dengan media. Sebab, KPK dinilai adalah lembaga yang memiliki integritas tinggi dan menjunjung tinggi keterbukaan informasi.

“Jangan sampai label yang sudah baik di KPK menjadi luntur dengan kerja-kerja inkonsisten seperti yang dilakukan Febri,” terangnya.

Mahe pun kemudian membandingkan kinerja Febri Diansyah dengan sosok Johan Budi.

“Beliau (Johan Budi) selalu menanggapi apa yang ditanyakan oleh kawan-kawan media. Sehingga mereka (media) mengetahui secara transparan kinerja dari KPK tersebut. Semestinya penggantinya harus bisa mencontoh sikap Johan Budi itu, bukan malah makin mundur,” sindir dia.(LS)

Baca Juga:  Calon Gubernur Lampung Mustafa Resmi Ditahan KPK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top