Panggung

Petani Desa Di Awal Tahun, Catatan Awal Tahun Ala Susno Duadji

Semangat, Pak Susno. Hidup Petani! | Foto: Facebook/Susno Duadji

Suluh.co — Banyak ekspresi melewatkan hari-hari pertama tahun baru ini. Tahun kebangkitan. Siapapun jelata sekalipun, dimanapun Antartika sekalipun. Dingin pasti. Walaupun.

Termasuk bagi Susno Duadji. Yang saat ini makin pede, menyebut diri petani ini. Tanpa ragu, apalagi malu, rugi. Di desa, tinggalnya kini, surga kecil kawasan lereng Gunung Dempo, di bilangan Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Pada hari kedua, Sabtu (2/1/2021), pensiunan polisi berpangkat terakhir komisaris jenderal ini, berbagi ekspresi suasana hati, mengunggah foto tengah tersenyum santai, berkaus bersarung aduhai, sepintas lalu seperti tengah berdendang memetik dawai. Gitar.

Seperti bisa diakses di fansbase akun jejaring media sosial berbagi kisah Facebook, nama sama, tampak pula dalam foto pertama itu, secangkir kopi dan sepiring kudapan kue lapis legit. Tampaknya, dia tengah di teras rumah.

Jika benar di rumah pribadinya, maka saat mengunggah, berarti Susno ada di Depati Lawang Diwe, nama arif lokal kediamannya. Di kampung tempat anak kedua delapan bersaudara itu lahir, 1 Juli 1954.

Duadji di belakang namanya, adalah nama ayah Susno. Siti Asmah, nama ibunya. Bekas wakil bupati Lahat 2008-2013 Sukadi Duadji, kakaknya. Kebetulan, tanggal bulan lahir Susno sama dengan tanggal peringatan Hari Bhayangkara.

“Dempo Selatan, Sabtu 02 Januari 2020, cuaca cerah, dengan tiupan udara Gunung Dempo yang dingin, asri nan sejuk,” buka Susno, memberikan laporan pandangan mata, disitat dari Bandarlampung.

Mantan Kepala Bareskrim Polri, yang mengaku bangga menjadi anak petani dalam satu tayangan bareng Deddy Corbuzier pertengahan 2019 lalu itu, menegaskan liburan tahun baru ini dia tak kemana-mana.

“Petani dan warga desa seperti kami, tak perlu pergi berpergian liburan ke luar kota menyambut dan mengawali hari di tahun yang baru, karena kami memang sudah berada di luar kota bahkan jauh dari kota,” ungkap Susno.

Baca Juga:  Tahun Ini Petani Percepat Panen Padi

“Udara di kampung memang sejak dari dulu sejuk, bersih, pandangan asri alami, luar biasa anugerah Allah kepada petani yang dengan setia dan lugu berdiam di desa,” dia bersyukur.

“Petani cukup keluar dari dalam rumah ke teras sudah langsung menikmati pandangan alam nan indah,” ujarnya.

Susno Duadji sang petani. | Foto: Facebook/Susno Duadji

“Duduk di teras menikmati kopi hasil kebun sendiri, ditemani pisang atau singkong atau jagung yang mana semua ini jauh dari kolesterol dan penyebab penyakit lainnya, makanya petani sehat jarang bahkan gak pernah kena penyakit yang perlu biaya mahal,” ujar dia lagi.

Entah disebabkan pengaruh profesi baru gelutannya kini, atau sekadar ingin melukiskan fakta umum yang jamak ditemui, “Petani desa kalau diajak atau berkunjung ke rumah sanak famili bahkan anak sekalipun yang tinggal di kota, pasti tidak akan betah, satu malam sudah mau pulang ke desa karena hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan alam desa, sawah, ladang, dan tanaman,” tandas dia.

Seperti tampak dalam foto kedua, dia tersenyum memegang tanaman kedua tangannya. Bertelanjang kaki, bertopi, berkaus merah, cokelat celananya.

Menyebut lima karakter tradisional keseharian petani desa sekian dekade, “Kehidupan pun akrab penuh penuh tawa, senyum dan gotong royong, terbuka, jauh dari politik apalagi rebutan pengaruh kekuasaan,” katanya.

“Selamat mengawali hari-hari dalam tahun yang baru kita masuki 2021. Salam Petani. Susno Duadji, petani desa tinggal di Dempo Selatan,” ucap
Susno, dalam unggahan yang sesaat sebelum warta ini naik siar, terpantau dikomentari seribuan warganet itu.

Mengutip salah satu, pemilik akun Widi Nerazzuri mendoakan. “Ini namanya betul-betul menikmati masa pensiun, hidup penuh kedamaian di desa, jauh dari hiruk pikuk dunia kota yang semakin bising. Salut untuk pak Jendral setelah sekian lama menjadi perwira, kini saatnya madeg Pandhito Ratu di desa, yang penuh kedamaian dan ketentraman. Semoga Gusti Allah senantiasa merahmati beliau. Aamiin.”

Baca Juga:  Petani dan Nelayan Kesal Dengan Bupati Winarti

Sekadar informasi, bagi anda warga Lampung, tetangga provinsi domisili dan kampung halaman Susno Duadji, Kota Pagar Alam, kebetulan saat ini juga terus berderap maju membangun dibawah komando kepemimpinan Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni. Mantan aktivis gerakan reformasi 1998, pernah lama mukim di Kota Bandarlampung, dan pernah menjadi Direktur Eksekutif LBH Bandarlampung di era tahun 2000-an.

Masih ingat, saat tetiba Susno jadi perbincangan hangat dan mendaur ulang memori kolektif publik usai fotonya tengah mencangkul lahan pertanian di kampungnya, viral di media sosial pada 2016 silam?

Keaktifannya di media sosial turut pula menolong banyak orang yang sekadar ingin tahu kabar suami dari Herawati, ayah dua putri ini.

Mereka kini, berikut para menantu dan cucu Susno, ikut menjadi saksi kisah sukses alumnus Akabri Kepolisian 1977 itu tak kalah “yes” usai memilih untuk menghabiskan masa purnabakti dengan menjadi seorang petani.

Habitat muasal, profesi mulia orangtua juga keluarganya. Meski dia mengakui, tak semua lahan pertanian miliknya dia garap sendiri, ada yang dia hibahkan, ada yang bagi hasil, namun itu semua tak mengurangi kadar kemuliaan tekun Susno mengarungi suka duka profesi yang mulai ditinggalkan terutama oleh kalangan anak muda di perdesaan ini.

Ujar sebuah lagu, sayang lupa judul, yang kerap redaksi saksikan kecil dulu tayang di TVRI, memuliakan petani.

_”Nasi putih terhidang di meja, kita santap tiap hari. Beraneka macam hasil bumi, dari manakah datangnya. Dari sawah dan ladang di desa, petani lah penanamnya. Terima kasih bapak tani, terima kasih ibu tani. Tugas Anda sungguh mulia..,”_ bunyi lengkap lagu.

Baca Juga:  Novel #KawanLama Karya Hendri Std Tahun Depan Dirilis

Menebalkan kemuliaan, redaksi pilih ketengahkan kembali satu pernyataan dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, di depan para anggota Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah, Desa Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, 25 September 2017.

“Bertemu dengan petani merupakan kehormatan bagi saya. Kalau bukan  karena petani kita mau makan apa, bangsa ini mau makan apa. Negara  manapun pasti membutuhkan makan dan orang manapun pasti juga butuh makan bahkan kedepan urusan pangan akan menjadi rebutan di seluruh negara manapun,” kata Jokowi.

Itu dia. Demi menyudahi, seperti yang lainnya, di hari terakhir tahun pandemi, Kamis 31 Desember 2020, Susno juga mengucapkan. “Selamat Tahun Baru 2021. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat iman, sehat bahagia lahir batin, baraqah, rezeki yang halal, sukses, dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin YRA,” tulisnya, menyertai unggahan foto pukul 21.08 WIB bareng sang istri.

Tahun baru harapan baru! Menggenapi juga, apresiasi setinggi-tingginya dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagaimana yang disampaikan beda tempat hampir berdekatan waktu, saat gelaran zikir dan doa bersama mengisi momen pergantian tahun, di rumjab Mentan, Widya Chandra, Jakarta Selatan, bada Magrib Kamis lalu itu.

Yakni atas kekompakan seluruh petani, penyuluh dan pemerintah daerah terus bersinergi dan berkolaborasi di dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern.

Semangat, Pak Susno. Hidup Petani!

 

Reporter : Red/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top