Iklan
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Posisi Ketiga Tertinggi di Sumatera

Lampung Economi Update, di Kantor BI Lampung/HI

BANDAR LAMPUNG – Ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2019 masih dapat tumbuh solid yakni sebesar 5,18% (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di periode yang sama selama 3 (tiga) tahun terakhir, maupun pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, saat di acara Lampung Economi Update yang digelar di Kantor BI Lampung mengatakan, pencapaian yang baik ini menjadikan Lampung menempati posisi ketiga pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.

Meski demikian, sesuai dengan pola musimannya, pertumbuhan ekonomi di periode laporan tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018 sebesar 5,38% (yoy).

Di sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2019 ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan perlambatan impor.

Meski demikian, kontraksi ekspor dan perlambatan investasi tercatat menahan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di periode laporan.

Di sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Lampung ditopang oleh peningkatan kinerja pada industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor serta konstruksi.

Baca Juga:  Kurun Waktu 3 Tahun Jatah Pupuk Subsidi Lampung Tertinggi

Sampai dengan Mei 2019, Provinsi Lampung mencatatkan tren inflasi yang meningkat sebesar 0,76% (mtm) atau secara tahunan menjadi sebesar 3,06% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi Mei dipicu oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan, khususnya pada komoditas hortikultura, karena terbatasnya pasokan di tengah meningkatnya permintaan pada bulan Ramadhan.

Mengantisipasi tekanan inflasi yang masih terpantau tinggi sampai dengan periode lebaran, langkah-langkah pengendalian inflasi yang dijalankan oleh TPID Provinsi Lampung, Satgas Pangan serta pihak terkait telah dilakukan secara intensif dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga.

KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung memandang risiko kenaikan tekanan inflasi khususnya yang bersumber dari gejolak harga pangan ke depan, perlu terus diwaspadai.

Hal ini antara lain berasal dari risiko pergerakan harga komoditas pangan, terutama cabai merah, mengingat adanya risiko gangguan pasokan akibat serangan hama dan wereng serta indikasi pengurangan luas tanam komoditas tersebut mengingat harganya yang rendah di awal tahun.

Baca Juga:  Bulog Regional OKU Jamin Stok Beras Aman Hingga 9 Bulan Kedepan

Di samping itu, berakhirnya periode panen raya padi di bulan Mei dapat meningkatkan risiko tekanan inflasi komoditas tersebut meski cadangan BULOG terpantau masih cukup memadai.

Di samping kedua risiko tersebut, risiko inflasi dari kenaikan harga BBM non-subsidi pada bulan-bulan mendatang masih perlu diwaspadai seiring berlanjutnya tren kenaikan harga minyak dunia pada triwulan II 2019.

Dalam rangka mengantisipasi risiko tekanan inflasi yang masih cukup besar ke depan, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil, yakni: Pertama, memastikan kecukupan pasokan dan keterjangkauan bahan makanan khususnya hortikultura yang harganya rentan bergejolak.

Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui pemetaan area tanam dan panen, penyediaan benih unggul dan pupuk yang memadai, penataan pola distribusi dan akses sarana simpan (cold storage) untuk menyimpan produk hortikultura dalam jumlah besar perlu segera dilakukan.

Baca Juga:  Tarik Minat Investor, Nilai Tambah Sektor Industri Mulai Dikembangkan¬†

Di samping itu, intensifikasi gerakan tanaman cabai perlu diaktifkan kembali khususnya untuk mengantisipasi periode permintaan tinggi di akhir tahun.

Kedua, terus memastikan kelancaran kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) oleh BULOG serta peningkatan pemanfaatan stok beras BULOG untuk program Bansos Rastra/BPNT sehingga ketersediaan pasokan beras diluar musim panen dapat terus terjaga.

Ketiga, meminimalkan dampak inflasi yang disebabkan oleh kemungkinan kenaikan harga BBM diantaranya dengan menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi BBM terutama di jalur utama angkutan.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top