Ekonomi

Ridho Bachtiar Pelopor Penerapan Distribusi Pupuk Online Pertama di Indonesia

Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri, jadi pelopor penerapan distribusi pupuk secara online di Indonesia/WA

LAMPUNG – Untuk mencegah masalah pada sistem distribusi pupuk, Provinsi Lampung, telah menerapkan pembelian pupuk secara online. Pola sistem ini pun tercatat kali pertama di Indonesia.

Sistem online ini juga mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2016, agar kedepan, distribusi pupuk ke petani ikut tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Selain daripada itu, dinas terkait juga telah menggelar bimbingan teknis bagi seluruh penyuluh pertanian dan operator komputer untuk menyusun RDK online.

Ditargetkan, penyuluh memahami teknologi informasi yang akan dipakai dalam penebusan pupuk online. Sebab, terjadi efektivitas penerapan teknologi dan kebutuhan petani.

Dengan demikian celah untuk “bermain” di lapangan dapat diperkecil dan tidak ada ruang gerak bagi penyimpangan distribus pupuk bersubsidi, karena esensi Pergub itu adalah pengamanan distrubusi agar benar-benar sampai ke petani.

Baca Juga:  Kopi Provinsi Bangka Belitung 60 Persen Dari Lampung

Seperti diketahui, terobosan ini diluncurkan pada 6 Mei 2016 lalu. Saat uji coba, memang masih terdapat beberapa kendala, tetapi terobosan ini diminati banyak petani.

Penyaluran tahap pertama, berdasarkan billing system, dilakukan di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Petani yang terdaftar dalam RDKK membeli pupuk secara online melalui Bank Lampung.

Pesanan petani lalu terhubung langsung kepada distributor pupuk, yakni PT. Pusri dan PT. Petrokimia Gresik, dimana pesanan diantar oleh distributor langsung ke petani.

Jenis pupuk yang bisa dipesan secara online adalah urea, NPK, SP-36, dan organik.

Hingga September 2016, tercatat, penyaluran pupuk online mencapai 626,18 kilogram urea, 509,16 kilogram NPK, 26,51 kilogram SP-36, dan 13,2 kilogram pupuk organik, dengan total tebusan Rp 2,5 miliar.

Baca Juga:  Ada Diskon Menarik Bulan Ini di Patuna Grup Lampung  

Dengan demikian, Lampung termasuk yang terbesar mendapat alokasi pupuk bersubsidi.

Hingga Agustus 2016, penyaluran pupuk bersubsidi di Lampung mencapai 123 ribu ton urea, 32,8 ribu ton SP-36, 112 ribu ton NPK, 9,6 ribu ton ZA, dan 8,4 ribu ton pupuk organik.

Lepas dari hal tersebut, besarnya alokasi membuat penyaluran pupuk menjadi incaran oknum untuk diselewengkan ke sektor perkebunan.

Sektor pertanian adalah yang kali pertama dibenahi Gubernur dan Wakil Gubernur (non aktif), Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri. Kedua pemimpin ini bahkan mendesak semua pihak tidak lagi menyelewengkan pupuk, dan menyebabkan kelangkaan.

Ridho juga mengapresiasi petani Lampung Selatan atas keberhasilan uji coba penyaluran pupuk bersubsidi sistem online.

Baca Juga:  Ini Dia, Lima Kebijakan dan Inisiatif OJK Dukung Program Prioritas 2019

“Uji coba secara umum berjalan baik dan lancar. Kita berharap dengan keberhasilan ini Pemerintah Provinsi dapat menerapkan sistem penyaluran pupuk online ini kabupaten lain di Provinsi Lampung,” kata Ridho Juni 2017 lalu.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top