Nasional

Pertajam Taring, Negara Hadir Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Daerah 3T Lewat Palapa Ring

Suasana Festival Teknologi Palapa Ring di Kemkominfo, Jakarta, dan berlangsung secara live di tiga kota lokasi Proyek Palapa Ring, yaitu Kabupaten Natuna, Kabupaten Morotai, dan Kabupaten Sorong, Rabu (20/3)/AYH/Kemkominfo

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengharapkan Proyek Palapa Ring dapat membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan akses informasi, termasuk pemanfaatan pelayanan internet untuk kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal itu diungkapkan Menkominfo saat hadir di Festival Teknologi Palapa Ring, di Ruang Serba Guna Kemkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat 9, Jakarta, dan berlangsung secara live serentak di tiga kota lokasi proyek yaitu Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dan Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (20/3).

“Kita ingin anak-anak kita belajarnya lebih luas lagi pengetahuannya dengan melihat di internet. Nelayan kita pendapatannya meningkat, ada aplikasi tentang lokasi ikan, dan mereka bisa pulang kalau berlayar. Kita ingin masyarakat berdagang lebih mudah, yang menjual maupun yang membeli lebih mudah, menghilangkan perantara,” kata Chief RD, sapaannya.

Baca Juga:  Pindad Bentuk Tim Kaji Rencana Relokasi Produksi Alutsista ke Lampung

Tak hanya itu, dia pun berharap seluruh fasilitas publik dapat meningkatkan layanan masyarakat yang lebih baik lagi dengan hadirnya Palapa Ring. “Jadi semua sendi kehidupan kita lebih baik, semua fasilitas masyarakat, puskesmas, rumah sakit, dapat melayani masyarakat kita lebih baik lagi,” jelas menteri, dalam keterangan pers Kemkominfo, Kamis (21/3).

Di tempat yang sama, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Tekelomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif menyebutkan, pemerintah membangun Palapa Ring sebagai sarana infrastruktur serat optik yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan koneksi internet ke daerah-daerah tersebut dengan bantuan operator.

“Saat ini Palapa Ring Paket Barat dan Tengah sudah beroperasi penuh, sedang Paket Timur telah mencapai selesai 94 persen dan ditargetkan selesai pertengahan 2019,” kata dia.

Turut bertestimoni, Choiruroziqin, perwakilan guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna, mengisahkan pengalamannya tahun lalu sekolahnya masih kesulitan mencari akses telekomunikasi untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Baca Juga:  ASDP Merak Menyeberangkan 27.916 Penumpang Tahun Baru

“Tahun ini, Alhamdulillah, bukan saja melaksanakan UNBK, tapi kami juga bisa menggelar Ujian Sekolah dan Ujian Madrasah Berbasis Komputer. Saat kami cek kecepatan internetnya, di laboratorium khususnya mencapai hingga 98 mbps (megabit per detik),” jelas Roziq, panggilan Choiruroziqin.

Ia menceritakan, sejak adanya akses internet di Natuna, para muridnya rajin meminta akses internet di laboratorium komputer untuk materi pembelajaran. “Kalau tengah malam juga, karena kebetulan saya tinggalnya dekat, dibuka juga. Waktu ujian sekolah berbasis komputer ini, saya pulang ke rumah jam 3 subuh,” tutur ia.

Senada, Dwi Septyaningrum. Murid MAN 1 Natuna ini merasakan sendiri manfaat Palapa Ring. “Sebelum ada Palapa Ring Barat ini kami kesulitan mengakses internet, karena kan kalau belajar sering butuh pembelajaran lewat Youtube. Sekarang lebih mudah lagi mengakses internetnya,” jelas Dwi.

Menarik, saat Rudiantara melakukan panggilan video dengan 2 nelayan yang tengah melaut di wilayah Natuna. Paralel digelar pula, konferensi video di tiga daerah antara lain RSUD Natuna, Sentra Kelautan dan Perikanan Natuna, Kantor Bupati Morotai, dan Sorong.

Baca Juga:  Bersama Gubernur Ridho, Presiden Jokowi Resmikan Dua Segmen JTTS

Selain konferensi video, RSUD Embung Fatimah Kota Batam dan RSUD Natuna juga mendemonstrasikan pemanfaatan TEMENIN, aplikasi komunikasi medis jarak jauh (telemedicine) dari Kementerian Kesehatan yang mampu melakukan konsultasi dan diagnosa jarak jauh antara dokter dan pasien.

Sebelumnya, pada peresmian Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2019 di Kabupaten Morotai, Senin (18/3/2019) lalu, Menko Polhukam Wiranto, selaku pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan, menyatakan sejak 2015 pemerintah telah membangun dan mengembangkan wilayah 3T dan perbatasan, sejalan prioritas Nawacita ke-3, Membangun Indonesia Dari Pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top