Iklan
Bandar Lampung

Pers Lampung Tuntut Direktur Rakata Institute Dibui

Direktur Rakata Institute, Eko Kuswanto/Ist

BANDAR LAMPUNG – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Pers Lampung Peduli Demokrasi, pagi ini, Senin (23/4), menggelar unjuk rasa di Tugu Adipura (Bunderan Gajah), Kota Bandar Lampung.

Aksi para jurnalis ini, menuntut Direktur Rakata Institute, Eko Kuswanto, aga segera dibui, buntut dari tindakan Eko yang menulis di akun facebooknya dengan menyebut wartawan yang bukan ‘Mitra Rakata’ hanya menunggu amplop (uang).

Pernyataan Eko yang tercatat sebagai dosen di Universitas Raden Intan itu dinilai sejumlah wartawan melecehkan profesi mereka.

Para wartawan yang tergabung dalam organisasi pers PWI, AJI, IWO berharap Eko juga meminta maaf secara terbuka kepada wartawan melalui sejumlah media.

Baca Juga:  Apresiasi Kemenag Lampung, Ombudsman Ingatkan Standar Pelayanan Publik 

Bowo, koordinator lapangan aksi itu menjelaskan dia dan sejumlah teman sejawat akan melanjutkan kasus itu ke polisi. “Kami memulai demo sekitar pukul 10.00 WIB,” katanya.

Padahal, kata dia, wartawan dalam menjalankan tugasnya hanya melakukan peliputan peristiwa sehingga informasi dapat disampaikan kepada masyarakat.Bukan berorientasi amplop.

Berikut tuntutan para jurnalis se-Provinsi Lampung;

1. Mengutuk dan menuntut Direktur Rakata Institut mencabut pernyataannya yang ditulis di Media Sosial (Medsos) Facebook (FB).

2. Mendesak Direktur Rakata Institute meminta maaf kepada media massa dan wartawan di Lampung atas pernyataan yang melecehkan profesi wartawan.

3. Bawaslu dan KPU Lampung mengusut keterlibatan Direktur Rakata Institut yang berstatus ASN dalam Pilgub Lampung.

Baca Juga:  Putusan Sanksi Ketua dan Staf Komisi I DPRD Lampung Tunggu Rapim

4. Mendesak Polda Lampung untuk memproses secara hukum berdasarkan UU ITE, UU Keterbukaan Informasi Publik, dan UU Pers yang dilakukan oleh Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto karena telah melakukan penghinaan, pelecehan, dan merendahkan martabat media massa dan wartawan melalui media sosial (Facebook)

5. Mendesak Asosiasi Lembaga Survei mencabut dan membekukan Rakata Institut karena telah melakukan kejahatan demokrasi.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top