Politik

Pernyataan Prabowo Dikritisi Ketum PKB

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy/AR/Suluh

BANDARLAMPUNG – Calon presiden RI Prabowo Subianto terancam batal bertarung di pilpres 2019 mendatang.

Sebab, statement capres nomor urut 2 yang menyebut tidak masalah bagi Indonesia bila Australia memindahkan kantor kedutaan besar (kedubes) untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem bertentangan dengan aturan konstitusi.

“Kalau dalam 2-3 hari ini pak Prabowo tidak meminta maaf dan menganggap ini sebagai sikap politiknya, maka bisa saja ada kelompok masyarakat yang melaporkan pernyataan itu ke Bawaslu dan membawanya hingga ke persidangan. Kemudian KPU menindaklanjutinya,”kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy, Jumat (23/11).

Alasan pernyataan Prabowo ini dipersoalkan, karena mantan Danjen Kopassus ini berstatus sebagai capres, dimana pernyataannya didengar oleh masyarakat dalam dan luar negeri.

Baca Juga:  Herman HN : Sembelih Kalau Kinerja KPU dan Bawaslu Tak Benar  

“Kalau bukan Prabowo yang ngomong, mungkin responnya biasa saja. Tetapi saat ini beliau sebagai capres dan statementnya sangat bertolak belakang dengan semangat konstitusi kita. Bagaimana mungkin konstitusi kita mendorong kemerdekaan setiap bangsa justru dicederai dengan ketidakpedulian pada Palestina,”ujarnya.

Ia menilai Prabowo tidak memahami filosofi perjuangan saat ini dan spirit UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh sebab itu, segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, termasuk di Palestina.

“Bagaimana mungkin konstitusi kita mendorong kemerdekaan setiap bangsa justru dicederai dengan ketidakpedulian pada Palestina. Selain itu, pemindahan kantor kedubes Australia ke Yerusalem adalah bentuk pengakuan negeri kanguru tersebut atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel,”ungkapnya

Baca Juga:  Hasil Survei Cyrus Network, PDIP : Bukan Patokan, PKS : Jadi Sinyal Petakan Suara

“Jadi substansinya pernyataan Prabowo itu sama saja dengan mengakui Yerusalem sebagai milik kaum zionis. Ini sama dengan mendukung penjajahan Israel atas Palestina” ujarnya.

Ia berharap, capres nomor urut dua ini bisa menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat terkait pernyataan yang telah disampaikan dalam acara Indonesia Economic Forum 2018 di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Meski beliau sudah tiga meminta maaf, maka akan kita maafkan. Karena ini prinsip yang tidak boleh dibiarkan. Ini sama saja dengan barang bengkok yang harus diluruskan,”pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top