Modus

Perkara Korupsi Lambar, Pengusaha Kayu Pinjam Uang Negara Rp1 Miliar

Persidangan perkara korupsi Lampung Barat/NUS

Suluh.co – Seorang pengusaha kayu saksi dalam perkara korupsi Lampung Barat, ditagih hutang di persidangan oleh majelis hakim.

Ia dinilai telah menggunakan uang negara dari PD Pesagi Mandiri Perkasa sebesar Rp1 miliar lebih untuk menjalankan usahanya.

Hal itu terungkap dalam fakta persidangan kali ini, yang  digelar dengan menghadirkan empat orang saksi yang berstatus sebagai pengusaha yang menjadi rekan bisnis dari PD Pesagi Mandiri Perkasa, yang diantaranya dalam usaha jual beli cabai, kayu dan kopi.

Dari empat saksi yang hadir, terdapat seorang saksi bernama Mirza Aulia, selaku pengusaha kayu yang juga memiliki perjanjian bagi hasil dengan Badan Usaha Milik Daerah Lampung Barat tersebut.

Baca Juga:  Tenaga Ahli DPR RI Fraksi PKB Didakwa Peras Petani Lamtim

Di dalam surat perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak, Mirza Aulia selaku rekanan turut meminjam modal usaha kepada PD Pesagi Mandiri Perkasa, yang sumber dananya berasal dari dana APBD Kabupaten Lampung Barat sebanyak Rp1,1 miliar, dengan menjaminkan delapan sertifikat tanah seluas 16 hektare.

Dari dana yang sebanyak itu, ia hanya mampu mengembalikan sebesar Rp61 juta, dengan alasan usahanya harus bangkrut akibat pengaruh Badai Lanina, yang membuat kualitas kayu menjadi rusak, sehingga tak laku dipasaran.

Lantaran hingga saat ini uang tersebut belum juga dikembalikan, maka dikesempatan ini majelis hakim menagih hutannya tersebut.

“Kepada jaksa untuk segera memproses saksi, agar uang yang dipakai dapat secepatnya dipulangkan ke kas Negara,” kata hakim dalam persidangan, Senin (1/3).

Baca Juga:  Lelang Konsumsi Kafilah MTQ Lampung, Diduga jadi Kongkalikong Anggaran & Pokja di PBJ Pringsewu

Dana yang telah ia pakai tersebut, diketahui merupakan dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, yang ditujukan kepada PD Pesagi Mandiri Perkasa sebagai biaya pembangunan SPBU Sekincau, yang pada akhirnya gagal terlaksana, lantaran lahan tengah bersengketa.

Sementara, sidang lanjutan perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan, dengan agenda yang masih akan mendengarkan keterangan saksi.

 

Reporter : Tinus Ristanto

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top