Daerah

Peringati Hari Ibu, Kabupaten Purworejo Genjot Kesetaraan Gender

Pengurus Hari Melati (Himpunan Perias Indonesia) Kabupaten Purworejo/MAS

PURWOREJO – Membebaskan perempuan dari penindasan kekerasan dan memberikan kesetaraan hak adalah perjuangan seluruh perempuan di dunia.

Dengan mengangkat tema Perempuan Berbudaya Indonesia Maju, Dinas Sosial Purworejo bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), menggelar peringatan Hari Ibu ke-91 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Senin (23/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Purworejo, penggerak PKK, Dharma Wanita dan 30-an organisasi perempuan se-Kabupaten Purworejo.

Wakil Bupati Yuli Hastuti, mengaku, sangat mengapresiasi sebesar-besarnya kepada para ibu yang ada di dunia, khususnya di Kabupaten Purworejo.

Kata Wabup Yuli, Peran ibu sangatlah penting dalam menentukan nasib bangsa, oleh sebab itu ibu juga harus mengambil sikap meningkatan kualitas keluarga dengan terus belajar dan menempati ruang-ruang yang mampu dipimpinnya.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, Asisten Ekbang Taufik Hidayat Wakili Gubernur Ridho Safari Ramadhan ke Kota Metro

“Dengan terus mensosialisasikan kesetaraan gendre, kami berharap dapat memperbaiki kualitas kehidupan atau keluarga, terbukti saat ini di Pemkab Purworejo banyak perempuan yang menjabat. Contoh dari saya sendiri, sebagai wakil bupati, ada juga kepala dinas, camat hingga kades dan lain sebagainya,dijabat oleh perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Yuli Astuti, ketua panitia dan juga anggota Dharma Wanita Kabupaten Purworejo, menyampaikan, kegiatan peringatan Hari Ibu adalah resepsi dari berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh GOW.

Kegiatan sebelumnya dilaksanakan sejak awal bulan Desember, diantaranya sosialisasi gerakan sayang ibu dan bayi, peningkatan kualitas hidup perempuan, anjangsana ke keluarga miskin, jalan sehat dan senam bersama, donor darah dan juga ziarah kemakam pahlawan.

Baca Juga:  Perdana, Warga Kampung Pandekluwih Gelar Upacara HUT RI ke-74

“Dalam kegiatan ini, kami menampilkan berbagai potensi dari setiap organisasi, seperti fashion show batik lokal dan tari. Dan yang menarik adalah penampilan punokawan yang dipentaskan oleh ibu-ibu,” jelasnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top