Bandar Lampung

Peringatan 30 Tahun Tragedi Talangsari

Peringatan 30 tahun tragedi Talangsari Lampung Timur, di Kantor LBH Bandar Lampung/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Memperingati 30 tahun tragedi Talangsari Lampung Timur, Lembaga Bantuan Hukum Kota Bandar Lampung menggelar diskusi dan dialog untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi pada 7 Februari 1989 lalu.

Dusun Talangsari yang saat ini telah berganti nama menjadi Dusun Subing Putra Tiga adalah saksi bisu atas pembantaian orang-orang yang dituduh akan mendirikan Negara Islam Indonesia atau NII.

Mantan Danrem 043/Garuda Hitam Tanjungkarang Kolonel AM Hendropriyono kala itu dianggap bertanggung jawab atas tragedi Talangsari.

Berdasarkan catatan kontras atau komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan, tragedi Talangsari mengakibatkan 218 orang hilang, 550 orang dibunuh tanpa proses hukum dan 35 orang ditangkap.

Baca Juga:  Sosok Ridho Ficardo Yang Terbiasa Memimpin Sejak Kecil

Diskusi tragedi Talangsari ini juga dihadiri keluarga korban pembantaian Amir, yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar.

Amir merasa hak-haknya sebagai guru dan warga negara Indonesia tidak terpenuhi dengan adanya stigma tapol atau tahanan politik yang disematkan pada dirinya dan keluarga korban lainnya.

Sementarta itu, Jurnalis Investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn, di hadapan peserta diskusi memaparkan kesaksian mantan Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel AM Hendropriyono.

“AM Hendropriyono bertanggung jawab secara komando atas peristiwa talangsari 30 tahun lalu,” kata Allan Nairn, Jumat (8/2).

“penyelesaian kasus pelanggaran hak azasi manusia secara berkeadilan menemui jalan buntu ketika jenderal-jenderal yang diduga terlibat dalam peristiwa tragedi kejahatan ham terlibat dalam kegiatan politik dan duduk di pemerintahan,” timpal Feri Kusuma dari Kontras.

Baca Juga:  FLM Kepung Kantor BPN Tuntut Transparansi HGU PT. SGC

Menyikapi tindakan diskriminasi yang diterima warga korban Talangsari, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Ham Fahrizal Darminto, berjanji akan memulai pembangunan infrastruktur di Talangsari.

“Sehingga nantinya warga talangsari mendapatkan hak yang sama dengan warga lampung lainnya,” ungkap Darminto.

Diskusi tragedi Talangsari ini setiap tahun digelar sebagai suatu peringatan untuk melawan lupa. Diharapkan melalui diskusi ini solusi atas pelanggaran ham berat Talangsari dapat terwujud.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top