Bandar Lampung

Pererat Silaturahmi, Kepala BNN Perkenalkan Teknologi IPv6 Kepada Ketua Pejuang Bravo Lima Lampung

Ketua Pejuang Bravo Lima Lampung Ary Meizari Alfian (kiri) menyimak presentasi staf BNN seputar kinerja teknologi pemberantasan kejahatan narkoba, di kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (7/9/2020) lalu. | PBL

Masih ingat The Bourne Ultimatum? Itu lho, film seri ketiga (2007) sekuel laga thriller ciamik adaptasi dari novel Robert Ludlum, dibintangi aktor watak Hollywood Matt Damon, pemeran Jason Bourne, mantan agen rahasia korban spionase intelijen AS.

Paralel, Jason Bourne, korban program cuci otak di ‘The Bourne Identity’ 2002, berusaha mengulik kejahatan di masa lalu dan spionase CIA atas dirinya, final mencari identitas diri usai amnesia di ‘The Bourne Supremacy’ (2004), hingga sukses membongkar dalang spionase di ‘Jason Bourne’ (2016).

Nah, upaya Jason Bourne tunai misi pemulihan kesadaran dan identitasnya, tak terlepas dari dukungan dramatik kehebatan teknologi intelijen canggih.

Di Tanah Air ternyata Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki kemampuan serupa teknologi itu, dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan menjaga kedaulatan Nusantara dari kejahatan kemanusiaan internasional perusak generasi bangsa, narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Salah satu warga Lampung yang beruntung dapat melihat langsung demonstrasi peralatan teknologi itu,  adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, Ary Meizari Alfian. Berikut kita simak oleh-oleh cerita plus kesan-kesannya.

BANDAR LAMPUNG — Sekembalinya dari Jakarta, Rabu (9/9/2020), Ketua DPD PBL Lampung Ary Meizari Alfian bergegas menuliskan pengalaman terbarunya usai dia berkesempatan menyambangi kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jl MT Haryono 11, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (7/9/2020) lalu.

Baca Juga:  Pejuang Bravo Lima Pesawaran Gelar Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19

Disana, Ary didampingi oleh sejumlah pengurus DPD PBL Lampung disambut hangat oleh tuan rumah, Kepala BNN Komisaris Jenderal Heru Winarko.

Dari Heru, disambung paparan rancak para staf BNN kemudian, Ary dan tim mendengarkan langsung paparan inti, bahkan melihat langsung demonstrasi ragam peralatan infrastruktur teknologi  canggih yang turut nonstop bekerja dalam tugas mulia pemberantasan kejahatan narkoba di Tanah Air.

Menurut Ary, apa yang diupayakan BNN tersebut, keren!

Selain mempererat jalinan silaturahmi sejak Heru Winarko menjabat Kapolda Lampung beberapa dasa silam –per 13 November 2012 hingga 12 Juni 2015, pada kesempatan itu Heru Winarko antusias memperkenalkan IPv6.

IPv6, atau Internet Protocol version 6, merupakan versi terbaru IP (Protokol Internet), sebuah protokol komunikasi penyedia sistem identifikasi dan lokasi guna peruntukan jaringan komputer dan merutekan lalu lintas di internet.

“Ya, BNN sudah memiliki alat canggih seperti di film (The Bourne Ultimatum) tersebut. IPv6 ini, yang menjadi jargon system yang membentengi BNN untuk memberantas narkoba di Indonesia,” ungkap Heru Winarko, kepala BNN sejak 1 Maret 2018 itu, Ilustratif.

Mantan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2015 hingga 2018 itu menjelaskan, IPv6 ini dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) untuk menangani pokok permasalahan dari kelelahan alamat IPv4 yang telah sejak lama diantisipasi.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Smep Minta Pemkot Serius Membangun 

“IPv6 dimaksud untuk menggantikan IPv4. Desember 1998, IPv6 jadi Draft Standar untuk IETF, yang kemudian meratifikasinya sebagai Standar Internet pada 14 Juli 2017,” ujar Heru.

Secara operasional, Heru menyebut IPv6 memberi manfaat teknis selain ruang pengelamatan yang lebih besar.

Asal tahu, mode pengelamatan sendiri merupakan metode penentuan alamat operand pada instruksi yang ditaruh pada memori utama dan register CPU.

Jika kita memiliki tujuan baik ingin memengaruhi arsitektur komputer, dan memilih mode pengelamatan ini, maka secara minimalis akan dua manfaat kita dapatkan.

Kesatu, mengurangi panjang instruksi dengan mempunyai medan yang pendek untuk alamat. Kedua, adanya penyediaan bantuan tangguh bagi programer untuk penanganan data yang bersifat kompleks. Umpamanya pengindeksan sebuah array, control loop, relokasi program, dan lain-lain.

Ada tujuh teknik pengalamatan yang jamak ditemui, Immediate Addressing, Direct Addressing, Indirect Addressing, Register Addressing, Register Indirect Addressing, Displacement Addressing, dan Stack Addressing.

Kembali ke Jenderal Heru Winarko, ia lanjut menjelaskan, secara khusus, ini memungkinkan metode alokasi alamat hirarkis yang memfasilitasi agregasi rute di internet, dengan demikian membatasi perluasan tabel routing.

“Penggunaan pengalamatan multicast diperluas dan disederhanakan, dan memberikan optimisasi tambahan untuk pengiriman layanan. Aspek mobilitas perangkat, keamanan, dan konfigurasi telah dipertimbangkan dalam desain protokol,” paparnya.

Ary Meizari, mengakui dirinya surprise demi mendengar langsung paparan detail-teknis kecanggihan teknologi itu.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko dan Ketua DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung Ary Meizari Alfian MBA saat bertemu di ruang kerjanya, kantor BNN, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (07/09/2020) lalu. | PBL

Mantan Ketua Kadin Bandarlampung dan Kadin Lampung ini mengapresiasi pula berbagai upaya strategis BNN menjaga citra positif kepada khalayak.

Baca Juga:  Lampung Fair 2019 bakal Lebih Berkilau

“Bukan lips service saya kira. Di kantor BNN ini bahkan ada ruang keluarga, tempat bermain anak, ruang laktasi, kental kesan joyful happiness-nya, para petugasnya ramah, ya. Saya sebagai anak bangsa turut bangga,” Ary mengilustrasikan apresiasinya.

Ary dan tim diajak menjajal langsung berbagai peralatan teknologi terbaru BNN, berkeliling termasuk melihat taman bacaan, museum BNN, ruang pamer hasil karya warga binaan BNN, dan tak lupa, Media Sosial Center BNN. “Milenial banget,” dia terkesan.

Kesempatan itu, dia sempat bertukar pikiran, mendapat banyak wejangan berharga bagi indukan partisipasi publik termasuk bagi ormas PBL di Lampung dia pimpin, mendampingi Ketua Umum DPP PBL yang kini juga Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Jenderal TNI Purn Fachrul Razi.

Indukan partisipasi publik tersebut, sebarisan dengan sejumlah lembaga masyarakat sipil lainnya –Granat, BNM, GANN, Ganas Annar MUI, dan lainnya, dalam totalitas kinerja pemberantasan kejahatan narkoba sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan global dan extraordinary crime, di Tanah Air, juga di Lampung.(SUL/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top