Modus

Perantara & Kurir Sabu Minta Tak Dihukum Mati

Sidang/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Muntasir dan Suhendra, seorang perantara dan kurir sabu, melalui kuasa hukumnya membacakan nota pembelaannya di hadapan majelis hakim atas tuntutan yang dibacakan oleh jaksa dengan tuntutan hukuman mati.

Keduanya memohon keringanan hukuman dari majelis hakim, para terdakwa berdalih bahwa hanya menjalankan perintah dan merasa telah menjadi korban dari sindikat perdagangan narkotika

Dalam pledoinya, terdakwa Muntasir bersikeras bahwa dirinya bukanlah pemain utama dalam perkara ini, sehingga tak sepatutnya menerima ganjaran hukuman mati.

“Suhendra, pun tidak mengetahui jika mobil yang akan diambilnya, telah terisi sabu sebanyak 40 kilo dan hanya menjalankan perintah dari Supriyadi yang merupakan pamannya,” ungkap Achmad Kurniadi, kuasa hukum terdakwa, Kamis (9/7).

Baca Juga:  2 Warga Tanjungbintang Kepergok Bawa Pistol Rakitan

Kedua terdakwa ini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1, UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan erbukti bersalah dengan keterlibatannya dalam peredaran sabu asal Aceh, sebanyak 40 kilogram.

Sabu yang didistribusikan oleh keduanya, diketahui dikendalikan oleh seorang dari balik jeruji besi yang masih berstatus napi penghuni rumah tahanan Bandar Lampung bernama Jepri Susandi.(TIN)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top