Politik

Penyelidikan Kampanye Liar Arinal Nunik Berhenti

Para Kepala Pekon se-Tanggamus, saat keluar dari ruang rapat Hotel Balong Kuring/Net

PRINGSEWU –  Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memutuskan menghentikan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran kampanye liar dari tim pemenangan paslon nomor urut 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim dengan melibatkan oknum kepala pekon Tanggamus dan Pesawaran di Hotel Balon Kuring pada Senin (15/5) lalu.

Karena berdasarkan petunjuk awal dan hasil klarifikasi melalui saksi-saksi seperti oknum kepala pekon yang hadir, perbuatan tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu paslon sebagaimana dimaksud dalam pasal 71 ayat I uu nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada bahwa pejabat daerah TNI/POLRI/ASN dan kepala desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan /atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Baca Juga:  Bupati Sujadi Lepas 95 Calhaj Dari Unsur PNS

“Artinya kehadiran mereka tidak memenuhi unsur dalam peraturan tersebut yang diterangkan. Keputusannya diberhentikan sejak Minggu malam 27 Mei kemarin.Karena petunjuk  yang digunakan tidak cukup kuat sebagai dasar untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Petunjuk yang kita punya itu misalnya foto, video dan rekaman audio. Rekaman video itu juga tidak bisa secara maksimal karena hanya teridentifikasi tiga kepala pekon saja, yakni Cangget Serdang, Babakan dan Air Naningan, kemudian ada juga oknum anggota DPRD dan ketua DPC salah satu parpol di Tanggamus,” kata Anggota Panwaslu Pringsewu, Fathul Arifin, Kamis (31/5).

“Untuk rekaman audio yang tanpa diketahui itu suara siapa, meski terdapat kalimat dugaan mengarahkan.Tetapi secara hukum kan harus bisa dibuktikan, ini suara siapa, meski kita yakin benar jika itu suara si B. Tetapi jika tidak ada saksi yang menyaksikan, maka tidak bisa. Karena kita harus berdasarkan legal standing atau fakta sebenarnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Hasil Pleno KPU Pesawaran, Saksi Paslon nomor urut 1 dan 2 Kompak

Untuk pemanggilan sanksi pada tahap pertama, ia mengaku tidak ada satu kepala pekon yang  datang untuk memenuhi pemanggilan tersebut. Kemudian, pihaknya mencoba mendatangi beberapa kepala pekon untuk dimintai klarifikasi, misalnya Cangget Serdang, Babakan, Air Naningan.

“Dari keterangan beberapa saksi tersebut, mereka mengatakan bahwa acara belum sempat dimulai sehingga tidak mengetahui inti dari kegiatan tersebut. Karena mereka menganggap diundang dengan undangan yang tidak jelas melalui via telepon dari oknum salah satu ketua parpol Tanggamus yang meminta kehadirannya di Hotel Balon Kuring. Kemudian ditanya terkait kegiatan apa, ia menjawab nanti saja disampaikan disana,” tegasnya.

Ia mengimbau para kepala pekon dapat sadar hukum dengan tidak bermain politik praktis menjelang digelarnya pilkada 27 Juni 2018.

Baca Juga:  Tiga Anggota DPRD Lampung Resmi di PAW

“Semoga kepala pekon memahami UU sehingga mereka bisa menjadi aparat yang taat hukum dan kejadian ini tidak terjadi lagi,”pungkasnya.(NN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top