Panggung

Penyair dan Musisi Lampung Bakal Tampil di Batam

Penyair Isbedy Stiawan ZS berlatih bersama musisi Tulangbawang Barat (Tubaba). Mereka akan tampil di Republik RBB Rumahitam, Batam, pada 15 September 2018/Istimewa

TULANGBAWANG BARAT – Penyair Isbedy Stiawan ZS berlatih bersama musisi Tulangbawang Barat (Tubaba). Mereka akan tampil di Republik RBB Rumahitam, Batam, pada 15 September 2018 mendatang.

Kolaborasi puisi dan musik tradisional Lampung ini mendapat dukungan Bupati Tubaba Umar Ahmad dan wakilnya Fauzi Hasan.

“Ya. Pak Bupati dan Wabup hadir saat kami berlatih,” ujar Isbedy Stiawan ZS, Kamis (30/8).

Dikatakan penyair berjuluk Paus Saatra Lampung itu, kedua musisi Tubaba yang akan memperkuat penampilannya di Batam adalah Abdul Karim (49) dari Pagardewa, dan Irawan Syah (22) asal Panaragan.

Baca Juga:  Ade Utami Siapkan Puisi untuk Lamban Sastra

Keberangkatan Isbedy ke Batam atas undangan Teraju Utama Rumahitam dan membawa bendera Dewan Kesenian Tubaba.

“Saya bersemangat kerja sama dengan seniman Tubaba, karena bupati dan wabup sangat mendukung. Waktu saya watsapp pak Umar soal keinginan saya menggandeng seniman Tubaba, dibalas jempol. Begitu pun kepada wabup Fauzi Hasan yang juga ketua umum DK Tubana,” jelas Isbedy.

Sementara Abdul Karim yang memulai berkesian sejak muda mengaku mencintai musik tradisional karena tak ingin kesenian ini punah.

“Tampil di Batam adalah kehormatan bagi seniman Tubaba,” kata Abdul Karim yang sudah tampil di Bali, Jakarta, dan Yogyakarta itu.

Ketua Umum DK Tubaba yang juga Wakil Bupati Fauzi Hasan meminta seniman Tubaba tampil baik. Menyuguhkan sesuatu yang berarti di Batam.

Baca Juga:  Dua Penyair Asal Lampung Lolos Seleksi Festival Sastra Asia Tenggara

Ia juga berharap duta seni dari Tubaba membawa nama baik daerah dengan prinsif nenemo (nemen, nedes, nerimo).

“Saat tampil kita harus memberikan yang terbagus kepada penonton,” pesannya.

Saat ini ketiga seniman Lampung itu sedang berlatih hingga sore. “Mungkin sekali pertemuan lagi, bisa lebih harmonis,” kata Isbedy.

Tiga puisi tentang Tubaba yang akan dibacakan berkolaborasi dengan musik tradisional Lampung, ialah “Rindu pada Hening yang Benin”, “Kunjungi Tubaba lagi”, dan “Pulanh ke Uluan Ughik”. Selebihnya dari dua buku puisi Isbedy  yang terbit 2018.(LS)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top