Iklan
Daerah

Pentingnya Sosialisasi Perilaku BAB Sembarangan Kurangi Penyakit

Ist

WAYKANAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Farida Aryani mengatakan perilaku buang air besar (BAB) sembarangan  masih terjadi di Indonesia.

Di sejumlah daerah, masyarakat masih BAB sembarangan di kali atau sungai. Data Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2014 lalu, sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih berperilaku BAB sembarangan.

Mereka pun bisa mandi dan mencuci pakaian di sungai yang sama. Akibatnya, mereka rentan terkena penyakit diare. Selain diare, balita mudah terserang pneumonia dari pencemaran tinja melalui udara.

Kadiskes Farida Aryani menjelaskan, dampak penyakit yang paling sering terjadi akibat buang air besar sembarangan ke sungai adalah Escherichia coli.

Itu merupakan penyakit yang membuat orang terkena diare. Setelah itu bisa menjadi dehidrasi, lalu karena kondisi tubuh turun maka masuklah penyakit-penyakit lain.

Baca Juga:  Polres Dan Bhayangkari Way Kanan Berbagi Takjil

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2012, sebanyak 39-40 juta orang yang buang air besar sembarangan, termasuk orang yang mempunyai WC, masih membuang kotorannya ke sungai.

“Untuk menekan angka kematian akibat diare ini, semua pihak harus sadar dan segera membuat  sanitasi termasuk toilet yang sehat.  Hal ini selaras dengan kegiatan yang dicanangkan pemerintah dalam bentuk jambanisasi,”ujarnya.

Program jambanisasi diyakini akan membuat anak-anak bisa tumbuh sehat dan memiliki pola hidup bersih.  Namun, untuk menjalankan komitmen ini, butuh peran serta masyarakat dan banyak pihak terkait, agar cita-cita menurunkan angka kematian cepat terwujud.

Semua orang harus memiliki jalan pikiran yang sama untuk menghilangkan budaya BAB sembarangan.

Baca Juga:  Bupati Way Kanan : Jangan Salah Pilih calon

Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, mengatakan sejak tahun 2017 lalu pemerintah kabupaten telah melakukan program jambanisasi bagi seluruh masyarakat miskin/kurang mampu yang belum memiliki jamban.

Program jambanisasi berjumlah 3.500 unit yang secara merata akan dibagikan ke seluruh Kabupaten Way Kanan.

“Kita ada program jambanisasi, jadi masyarakat yang belum memiliki jamban akan diberikan secara cuma-cuma,” katanya.

Adipati Surya mengharapkan bantuan seluruh pihak seperti camat, kepala kampung, dan lurah untuk bisa bekerja sama dan memberikan pengertian kepada warga yang belum memiliki jamban untuk segera membuat jamban. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top