Modus

Pengusaha Tajir Lampung Jadi Tersangka Kasus Suap PUPR Lampung Tengah

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata/Net

BANDAR LAMPUNG –  Dua pengusaha tajir Provinsi Lampung, Simon Susilo dan Budi Winarto alias Awi, akhirnya jadi tersangka kasus suap proyek infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, kemarin. Mereka juga sempat jadi saksi terkait kasus Mustafa, bupati Lampung Tengah, tahun lalu.

Kasus Simon Susilo dan Budi Winarto merupakan hasil pengembangan KPK terhadap kasus suap Mustafa, mantan bupati Lampung Tengah, yang telah divonis tiga tahun penjara pada 23 Juli 2018.

Simon Susilo, selain kontraktor PT  Purna Arena Yudha, juga pemilik Hotel Sheraton di Kota Bandar Lampung. Dia kakak Arthalyta atau Ayin yang pernah masuk sel gara-gara tertangkap tangan menyuap Ketua Tim Jaksa Penyelidik Kasus BLBI Urip Trigunawan tahun 2008.

Baca Juga:  Kapolda Baru Harus Memahami Karakter Lampung

Sedangkan Budi Winarto alias AWI, selain kontraktor proyek sipil, adalah pengusaha pabrik pengolahan beton (ready mix) besar, PT Sorento Nusantara untuk kebutuhan swasta dan pemerintah.

Awi dapat dibilang “Raja Batu Lampung” karena menguasai pengadaan batu split 406 di PT KAI Divre Regional II se-Sumbangsel yang stoknya ditumpuk di pinggir rel Stasiun Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan.

Dia juga yang diduga “mengamankan” aset-aset Sugiarto Wihardjo lias Alay Tripanca yang buron setelah divonis 18 tahun penjara. Dua bupati, Andi Ahmad (Lampung Tengah) dan Satono (Lampung Timur) divonis gara-gara mengalihkan APBD ke Bank Tripanca.

Kali ini, kedua pengusaha harus mempertanggungjawabkan telah menyuap Mustafa agar mendapatkan proyek di Kabupaten Lampung Tengah.

Baca Juga:  Komnas Perlindungan Anak Minta Pelaku Inces Dihukum Mati

Simon Susilo dijanjikan bakal memeroleh proyek senilai Rp67 miliar dengan komitmen fee Rp7,5 miliar sedangkan Budi Winarto meminta proyek Rp40 miliar dengan komitmen fee Rp5 miliar.

Suap sebesar Rp12,5 miliar yang diberikan oleh kedua pengusaha ini dipakai Mustafa, bupati saat itu, untuk menyuap empat anggota DPRD Lampung agar menyetujui pinjaman sebesar Rp300 miliar Pemkab Lampung Tengah kepada  PT SMI.

Simon Susilo dan Budi Winarto siap-siap dijerat Pasal 5, ayat 1, huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasann Tindak Pidana Korupsi.(FS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top