Modus

Penggelapan, Oknum PNS di Kecamatan Pituruh Diringkus Polisi

Seorang PNS berinisial R yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Pituruh, diamankan pihak kepolisian/Istimewa

Suluh.co – Seorang PNS berinisial R yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Pituruh, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib, lantaran diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan dua unit mobil.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, Agus Budi Yuwono, kepada wartawan menceritakan, tersangka melakukan tindak pidana penggelapan dengan cara semula menerima titipan kedua mobil milik korban untuk usaha rental ditempat tersangka dengan kesepakatan diberikan hasil setiap bulan kepada pemilik mobil sesuai kesepakatan.

Kemudian pada bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Februari 2021 tersangka tidak melakukan pembayaran sewa mobil dan setelah dilakukan pencarian terhadap tersangka tidak diketahui keberadaanya dan hand phone milik tersangka sudah tidak aktif lagi.

Baca Juga:  Pemkab Purworejo Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Corona

Dua unit mobil itu yaitu mobil Toyota Avanza atasnama Feny Inrianitasari, warga Desa Piji Kecamatan Bagelen dan mobil Toyota Avanza Veloz atasnama Sumarti warga Desa Piji Kecamatan Bagelen.

“Selanjutnya diketahui kedua mobil milik korban sudah digadaikan oleh tersangka kepada orang lain. Dengan kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sebesar 300 juta. Yang kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Purworejo guna pengusutan lebih lanjut,” jelasnya, Kamis (14/4).

Disampaikan, modus yang dilakukan tersangka adalah meminjam kendaraan roda empat terhadap pelapor, setelah dikuasai tersangka kemudian kendaraan digadaikan kepada orang lain tanpa seijin atau sepengetahuan pemiliknya.

“Tersangka berhasil ditangkap oleh petugas pada Jumat (5/3) di sebuah hotel di Kota Yogyakarta,” katanya.

Baca Juga:  Wonotopo Memanas, Keluarga Pengadu Pemalsuan Tanda Tangan Diintimidasi Keluarga Kades

Atas tindakan itu, Tersangka disangka melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top