Iklan
Daerah

Pengerjaan JTTS Masih Memerlukan PMN

Foto udara suasana pembangunan jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Tulangbawang Barat, Lampung. Pembangunan tol sepanjang 100 kilometer itu merupakan bagian dari ruas Tol Trans Sumatera yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2018/Ist

LAMPUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan PT Hutama Karya (Persero) Tbk, masih memerlukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk merampungkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Memang masih kurang. Kalau enggak (ada PMN), enggak bisa (proyek berjalan),” kata Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta kemarin.

Herry menyampaikan, dengan proyek besar yang tengah digarap Hutama Karya, dana yang didapat dari skema pembiayaan yang sudah ada masih tidak mencukupi. Demikian pula dengan PMN yang diterima perseroan pada 2015 dan 2016, masing-masing sebesar Rp3,6 triliun dan Rp2 triliun.

Baca Juga:  Sang Pisang Milik Kaesang Jadi Gerai ke 11 di Lampung

Pekan lalu, Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan, jajarannya tengah menghitung besaran PMN yang akan diajukan tahun depan. Ngurah mengatakan PMN tersebut bakal digunakan untuk membiayai tiga ruas tol, yakni Pekanbaru-Dumai, Palembang-Tanjung Api-api, dan Kisaran-Indrapura.

Ngurah menjelaskan, perseroan masih membutuhkan sekitar Rp15 triliun untuk pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Sebanyak Rp7 triliun kebutuhan itu akan digelontorkan Hutama Karya dari ekuitas perusahaan.

Perseroan juga akan menerbitkan obligasi atas aset tol Akses Tanjung Priok, tetapi Ngurah memperkirakan hanya akan memperoleh Rp4 hingga Rp4,5 triliun.

Herry pun berujar obligasi ATP itu belum mencukupi untuk pembangunan tol Trans Sumatera. “Akan sulit karena pendapatan rendah, utangnya jangan terlalu besar. Makanya ekuitasnya digedein,” kata Herry.

Baca Juga:  Masyarakat Tidak Mampu Butuh Bantuan, Silahkan Hubungi Masbro

Herry menambahkan, pengajuan PMN wajar dilakukan dan tidaklah masalah mengingat besarnya proyek yang digarap Hutama Karya.

Dia juga optimistis Kementerian Keuangan akan menghitung dengan detail besar PMN yang bisa digelontorkan kepada perusahaan pelat merah tersebut.

“Yang penting terukur. Menteri Keuangan kan memagari dengan jaminan, dia menghitung betul. Kalau untuk angka saya yakin terukur sekali,” ujar I Gusti Ngurah Putra dari¬†Hutama Karya.(TEM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top