Daerah

Pengerjaan Jalan Kampung Serupa Indah – Tajab, Diduga jadi Proyek Siluman

Proyek pemeliharaan ruas jalan Kampung Serupa Indah – Tajab/JOM

WAY KANAN – Pengerjaan proyek pemeliharaan ruas jalan Kampung Serupa Indah – Tajab, tepatnya yang dimulai dari SP-6 C Kampung Negara Harja, Kecamatan Pakuan Ratu sampai dengan Kampung Setya Negara, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, diduga menjadi proyek siluman.

Pasalnya, pproyek jalan yang menurut sumber sepanjang 700 meter tersebut tidak disertai papan nama proyek.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Patriot Indonesia (LSM PI) Way Kanan, Sarnubi, saat ke lokasi kerja mengatakan, proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu diduga sebagai trik agar tidak termonitor oleh masyarakat.

“Proyek itu, berasal dari dinas ataupun Instansi mana dan perusahaan yang mengerjakannya siapa, besaran anggaran dan sumber anggaran serta siapa konsultan pengawas,” kata Sarnubi, Rabu (18/11).

Sarnubi juga menyampaikan, semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memasang papan nama proyek sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyekan pengawas baik dari dinas ataupun instansi serta konsultan berkewajiban mengingatkan.

Baca Juga:  Lagi, Proyek Jalan Hotmix di Kecamatan Negara Batin Tak Bertuan

“Papan itu memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan. Dengan memasang papan nama proyek merupakan implementasi asas transparansi. Sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan. Jika tidak ada pengawas tentunya berkewajiban untuk mengingat,” kata dia.

Sarnubi menambahkan, saat menginvestigasi pekerjan tersebut tidak ada pecing dan tidak terlihat adanya pengerasan landasan bawah, seharusnya pekerjan tersebut pada bagian bawah dilakukan terlebih dahulu tahapan pengerasan lapisan pondasi bawah.

“Tidak terlihat adanya penggunaan pengerasan lapisan pondasi bawah seperti jenis batu onderlagh, tetapi dari jalan yang terlihat tanah langsung dihampar batu jenis Bes B. Apalagi ada ruas jalan menurun dan menanjak,” ujarnya.

Baca Juga:  Nama Thabrani Daud Resmi Gantikan Nama Jalan Perintis Kemerdekaan

“Kuat dugaan pekerjaan itu tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pemerintah serta masyarakat dan tidak mengacu pada spesifikasiknya. Speknya ini yang dipertanyakan, selain itu yang tidak kalah pentingnya kita perlu pertayakan PT atau CV apa yang mengerjakannya, sumber dananya dari mana apakah itu pekerjaan kabupaten atau provinsi. Kalau ini jelas proyek siluman yang mana menguntungkan diri sendiri dan merugikan masyarakat Way Kanan,” ujar dia.

Sayangnya, saat Sarnubi dan tim mencoba menemui pelaksana lapangan dan pekerja di Direksiket atau Mess tidak menjumpai mereka.

Hanya menemui seseorang pria paruh baya yang mengaku sebagai mekanik alat berat dan sang pemilik rumah serta du alat berat jenis Walles Vibrator dan Eksavator jenis PC 45 MR.

Baca Juga:  Gorong-gorong Jalan Trans Sumatera Kilometer 51 Amblas

Salah seorang warga setempat yang tidak ingin ditulis namanya mengatakan, sudah lebih seminggu ini mereka tidak bekerja, karena pekerjaan mereka sudah selesai tinggal mengerjakan hotmix lagi.

“Sebelumnya yang mengerjakan jalan itu hanya tiga orang. Tiga orang masing-masing mengoperasionalkan alat berat, motor greader, vibro dan yang ketiga mengoperasionalkan eksavator,” jelas dia.(JOM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top