Modus

Pengancaman Anggota DPRD Pesawaran, Saksi Sebut RA Tak Bawa Sajam

Mahasiswa inisial RA, yang diketahui berkuliah di Fakuktas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebagai terdakwa perkara tindak pidana pengancaman/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Seorang pemuda inisial RA, yang diketahui berkuliah di Fakuktas Hukum, Universitas Bandar Lampung (UBL), duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebagai terdakwa perkara tindak pidana pengancaman yang ia lakukan terhadap seorang legislator Kabupaten Pesawaran, fraksi Partai Demokrat.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Efianto kali ini, sidang digelar dan beragendakan mendengarkan keterangan saksi, yang turut menghadirkan 2 orang saksi meringankan untuk dimintai keterangannya.

Dari kedua saksi yang didudukan di hadapan majelis hakim, seorang saksi yang hadir merupakan teman wanita RA, yang saat kejadian ia pun berada satu mobil dengan terdakwa.

Baca Juga:  Kepala BNN RI Heru Winarko Minta Program Anti Narkoba Masuk ke Desa

Saksi menjelaskan bahwa perkara teesebut berlangsung begitu cepat. Namun dirinya sama sekali tidak melihat ada senjata di dalam mobil RA, serta tidak pernah melihat terdakwa menenteng pisau keluar dari kendaraannya untuk menantang Olan Fitri Yonando.

Dari dakwaan jaksa, perkara ini sendiri bermula sekitar September 2019 lalu, yang berawal dari perebutan lajur jalan hingga terjadinya cekcok mulut yang berujung pada pengancaman menggunakan senjata tajam.

Sesuai dengan pasal yang dikenakan jaksa, RA pun terancam untuk menjalani hukuman pidana penjara paling lama selama 1 tahun.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top