Iklan
Bandar Lampung

Pengadilan Tinggi Lampung Angkat 23 Advokat KAI

Pengambilan sumpah advokad oleh Kepala Pengadilan Tinggi Lampung,  di Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Tanjung Karang/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 23 orang diangkat menjadi advokat Kongres Advokat Indonesia (KAI) dalam sidang terbuka majelis KAI yang, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah advokad oleh Kepala Pengadilan Tinggi Lampung,  di Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, Selasa (25/6).

Usai pengangkatan dan pengambilan sumpah di lanjutkan dengan syukuran sekaligus halal bihalal keluarga KAI Lampung, yang turut dihadiri KAI pusat dan utusan Pengadilan Tinggi Lampung.

Pengangkatan dilakukan oleh Vice President Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI, Petrus Bala Pattyona SH MH, didampingi anggota majelis yang terdiri Ketua DPD KAI Lampung Agus Santoso, Sekretaris Marten Johan Latuputi.

Ketua Pengadilan Tinggi Lampung, Timur Pradoko, saat memimpin sumpah advokad mengatakan, sumpah ini disaksikan Tuhan, dan sumpah harus dengan sadar dan sesungguhnya. Advokad bersumpah untuk berpegang teguh pada Pancasila dan UU 45.

Sebagai pemberi jasa hukum advokad harus bertindak jujur dan bertanggung jawab atas hukum dan keadilan. Advokad bersumpah baik di luar dan di dalam dilarang menjanjikan sesuatu kepada majelis, dan wajib menjaga tingkah laku dan kewajiban sesuain dengan kehormatan dan tanggung jawab sebagai advokad

Baca Juga:  Ruangan Khusus VIP Bandara Radin Inten II, Jadi Faktor Keselamatan Dan Keamanan Pengguna

“Advokad tidak akan menolak jasa hukum yang merupakan bagian dari tanggung jawab advokad. Selama priode saya sebagai Kepala PT Tanjung karang, KAI sudah tiga kali penyumpahan. Saudara sudah disumpah untuk berlaku adil, bertanggung jawab, pada bangsa dan negara,” kata Timur Pradoko.

Kepala PT mengingatkan kepada para advokad KAI Lampung yang baru di sumpah untuk konsisten menjaga kode etik, sebagai panduan menjadi advokad.  “Meski tak ada hukum soal kode etik,  tapi kode etik harus tertanam dalam diri, sesuai aturan dalam profesi,” papar dia.

Sementara Vice president Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI Petrus Bala Pattyona SH MH, mengingatkan tantangan berat yang dihadapi advokat. “Menghadapi tantangan itu, advokat KAI harus kerja keras dan cerdas demi menjaga profesi dan marwah advokat,” ujarnya.

Baca Juga:  Rektor Deklarasi Beri Dukungan Gubernur Wujudkan Lampung Ibukota Negara RI

Petrus menjelaskan, saat ini KAI sedang mengembangkan e-lawyer serta single identity yang berlaku selamanya. Sedang di Mahkamah Agung sedang dikembangkan e-court, guna mengurangi interaksi advokat dengan petugas pengadilan. Dengan begitu, penanganan perkara menjadi transparan dan akuntabel.

Setelah diambil sumah, Petrus mengingatkan para advokad untuk komitmen dengan kode etik. “Sumpah adalah amanat UU, dan saat sidang advojad pasti diminta naskah sumpahnya advokadnta. Karena itu 23 orang yang disumpah hari ini,  sudah menyandang avdokad masuk dalan keluarga besar KAI dan terdaftar untuk bersidang di seluruh Indonesia,” katanya.

Semenetara ketua DPD KAI Lampung H. Agus Susanto SH MH, menjelaskan bahwa hari ini sebanyak 23 advokad telah melaksanakan pelantikan dan penyumpahan, yang kemudian dilanjutkan dengan syukuran sekaligus halal bihalal.

“Kedepan advokad KAI janfan berhenti menuntut ilmu. Jalankan tugas dengan  baik. Karena tugas advokad itu tak terbatas tapi, tapi tetap diawasi dewan advokad,” katanya.

Baca Juga:  Gugah Tokoh Ajak Rakyat Lawan Hoax, Pesan AMLB Deklarasi Pemilu Damai

Menurut Agus,  saat ini terdapat 200-an advokad terdaftar di KAI Lampung. Pelantikan dan pengambilan sumpah advokad hari ini adalah yang ketiga kalinya sejak tahun 2015, 2016, dan tahun 2019.

“Bahkan banyak senior, akademisi, mantan hakim, jaksa,  hingga mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, juga sudah di menjadi advokad, adalah semangat untuk menegakkan keadilan,” katanya.

Ditempat yang sama, Sekretaris KAI Lampung Marten mengatakan, negara harus memperlakukan penegak hukum secara adil. Berdasar pengamatannya, tiga penegak hukum lain yakni polisi, jaksa dan hakim, mendapat fasilitas lebih ketimbang advokat. Misalnya mereka yang hendak melanjutkan pendidikan, difasilitasi oleh negara.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top