Daerah

Penerima BANPRES dari Kemenkop UKM di Purworejo Merasa Dipersulit

UMKM/Ilustrasi

Suluh.co – Pemerintah melalui Kemenkop UKM terus mengucurkan bantuan BLT UMKM atau BPUM Rp2,4  juta kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Namun, bantuan UMKM dari pemerintah tersebut yang sangat diharapkan oleh para pelaku UMKM, salah satunya Maryati warga Brunorejo, Purworejo, yang menerima BANPRES UMKM merasa dipersulit dalam pencarian.

Kisah Maryati bermula dari dirinya diusulkan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar yang berada di kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, dalam usulan tersebut dirinya mendapatkan buku tabungan di bulan September 2020.

“Saya hanya diberi buku tabungan saja, di bulan September,” terangnya pada Kamis (6/1) lalu.

Karena kurangnya pengetahuan terkait BANPRES dirinya meminta bantuan adiknya Heri Purnomo, untuk mencairkan bantuan tersebut di Bank BNI Purworejo, namun dalam proses pencairannya, ia tidak dapat mencairkan dikarenakan tidak memiliki ATM.

Saat di konfirmasi Kepala Cabang PNM Mekar Bruno Soimah, Maryati cuma punya buku tabungan dulu, karena ibu masuk dalam nasabah yang bukan prioritas dan bisa mendapatkan ATM yaitu ATM susulan dari bank BNI, karena dulu BNI kehabisan ATM jadi hanya buku tabungan saja.

Baca Juga:  MayMilk Buka Cabang di Sindurjan, Bagi-bagi Susu Dibayar dengan Doa

Sebenarnya sebelum ada ATM susulan, Maryati dapat ambil bantuan langsung di CS bank, kalau dapat buku tabungan saja. Namun, selang beberapa waktu ATM Maryati sudah ada dan berada di kantor PNM selama 1 minggu, namun pihak bank menariknya kembali, terang Soimah.

“Kami sudah kordinasi dengan pihak bank BNI, menunggu kebijakan dari bank untuk ATM bu Maryati, jika tida bisa diambil nanti kami akan berikan surat keterangan kehilangan,” ucapnya saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Lalu pada Kamis (7/1), Heri Purnomo adik dari Maryati menyampaikan bahwa, kakaknya sudah mendapatkan amplop berisi ATM dan PIN dan ditemui langsung oleh pihak PNM Mekar dan memberikan amplop, namun amplop yang bertuliskan tidak usah diterima jika amplop rusak tersebut, sudah terbuka dan di dalamnya ada Pin dan ATM.

Baca Juga:  Warga Sebut Operasi Pasar Pemkab Tuba Salah Sasaran

“Kata kakak saya, pihak Mekar meminta maaf dan bergegas pergi,” terang Heri, Jumat (8/1).

Saat dikonfirmasi terkait BANPRES yang pencairan di Bank BNI, oleh  kepala Bidang Layanan Bank BNI Purworejo Muchlishon menyampaikan bahwa, BNI hanya sebagai pihak pengelola BANPRES, semua bantu yang sudah diberikan kepada nasabah melalui pengusul yang terkait PNM Mekar, pemerima bantuan mendapatkan 1 berkas yang berisi buku tabungan, pin, dan ATM.

BNI akan menerima kembali berkas tersebut dari PNM Mekar jika pihak penerima bantuan tidak dapat ditemui langsung oleh penyalur, nantinya uang bantuan tersebut kembali ke kas negara.

Pada bulan Oktober ada 275an penerimaan bantuan yang bank BNI hanya memiliki Buku Tabungan sedangkan ATM belum ada menunggu dari pusat. Pihak BNI tidak pernah memberikan ke PNM Mekar jika berkas tersebut tidak komplit, karena data tersebut menjadi pertanggungjawaban BNI.

“Kami tidak memberikan berkas bantu terpisah, semuanya komplit. Jika ibu Maryati hanya menerima buku tabungan, pihak BNI tidak mengetahui hal tersebut,  karena semua data dan ATM tersebut itu khusus dari pusat dan kami sendiri tidak bisa membuatnya, dan jika ingin pencairan harus membawa surat keterangan kehilangan ATM dari PNM Mekar, kami hanya pengelola, dan seperti itu aturannya,” terangnya.

Baca Juga:  SILPA Tahun Anggaran 2019 Kabupaten Lamsel Capai Rp296 Miliar Lebih

Dijelaskan lebih lanjut, per tanggal 24 Desember BNI meminta pihak PNM untuk menyampaikan data Penerima manfaat yang tidak bisa ditemui dan pihak penerima yang meninggal dunia, dan nantinya berkas 1 set untuk dikembalikan ke BNI guna penarikan anggaran ke KAS Negara, ungkap Muchlishon.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top