Modus

Penerbit Buku Lampung Disidang

Naskah buku/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Elsy, warga Sukabumi, Bandar Lampung, menjadi terdakwa dalam perkara penipuan dan penggelapan, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Dengan berdalih untuk biaya menerbitkan buku bahasa  Lampung, yang telah merugikan korbannya sebanyak Rp100 juta.

Wanita 49 tahun ini, sebelumnya mengaku kepada korbannya sebagai seorang penerbit buku bahasa daerah Lampung, yang telah sering diminta untuk menyuplai buku – buku untuk desa yang ada di  Kabupaten Pesawaran.

Ia pun mengajak korban untuk bekerja sama mencetak buku-buku yang akan ia terbitkan, dengan pinjaman modal Rp100 juta dan iming iming keuntungan mencapai Rp30 juta dalam tempo satu bulan.

Mendengar rayuan Elsy tersebut, sang korban pun akhirnya tergiur dan segera menggelontorkan modal tersebut, dengan harapan mendapatkan keuntungan separuh dari Rp30 juta yang telah dijanjikan terdakwa. Namun, setelah tempo yang ditentukan, janji manis dari Elsy pun tak kunjung terealisasi.

Baca Juga:  Polres Pesawaran Mulai Lidik Dugaan Korupsi PKH

Modal tersebut rupanya telah digunakan oleh sang penerbit buku gadungan, untuk membayar hutang – hutanya, yang besarannya mencapai Rp60 juta rupiah dan sisanya digunakan oleh terdakwa untuk memenuhi kebutuhannya sehari – hari.

Lantaran ulahnya tersebut, Elsy didakwa oleh jaksa telah melanggar pasal 378 KUHP, tentang penipuan  dan melanggar pasal 372 KUHP, tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama selama 4 tahun.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top