Pendapat

Penerapan Media Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dengan Metode 5M

Oleh : Lambang Subarkah Hanafi

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo

BERBAGAI cara dilakukan guru untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Era modern yang semuanya berbasis teknologi membuat guru harus memutar otak supaya peserta didik dapat meningkatkan kualitas belajarnya.

Salah satu cara atau metode pembelajaran yang yang paling efektif dan mudah diterima oleh siswa yaitu dengan media pembelajaran.

Metode pembelajaran yang asik, mudah dipahami, serta tidak monoton, sehingga siswa merasa tertarik dan bersemangat untuk belajar pastinya.

Metode ini sangat efektif, mudah diterima oleh siswa, lebih komunikatif serta variatif dalam menyampaikan materinya.

Metode tersebut bernama 5M.

Metode pembelajaran 5M ini terdapat lima unsur penting di dalamnya. Berikut ulasannya mengenai metode pembelajaran 5M dalam mata pelajaran IPA Sekolah Dasar:

1. Membuat
Unsur yang pertama dalam metode pembelajaran kali ini ialah dengan membuat media pembelajaran yang akan di gunakan. Ada yang menarik di dalam unsur yang pertama ini.

Hal yang menarik didalam unsur pertama ini ialah dalam proses pembuatan medianya tidak hanya guru yang membuat, namun siswa disini juga di ikutsertakan dalam prosesnya tersebut.

Jadi sembari guru menyiapkan alat dan bahan siswa di harapkan turut andil dalam proses pembuatannya tersebut.

Disinilah tercipta suasana dimana siswa lebih interaktif dan komunikatif. Lebih komunikatif disini maknanya siswa tersebut mulai terbiasa bertanya kepada guru atau teman yang lain.

Baca Juga:  Power Point Interaktif dalam Pembelajaran IPA SD

Guru didalam proses pembuatan media hendaknya dapat menjelaskan dari setiap komponen-komponen serta miniatur yang ada dalam media ketika ada siswa yang bertanya.

Dalam kegiatan pembuatan media pembelajaran hendaknya terlebih dahulu membuat kelompok supaya lebih mudah dalam memanajemen kelas.

2. Menerangkan
Unsur yang kedua yaitu menerangkan, dimana guru setelah membuat media pembelajaran bersama siswa diharapkan mampu menerangkan atau menjelaskan dengan bahasa yang mudah di pahami.

Bahasa mudah dipahami disini dalam artian siswa dapat menerima serta mencerna kata-kata atau kalimat dengan baik.

Dengan bantuan alat peraga atau media yang telah di buat secara bersam-sama tentunya siswa sudah mengerti materi yang akan diterangkan oleh guru.

Pertama guru dapat menanyakan kepada siswa, ketika anak-anak berangkat sampai kesekolah sebutkan hewan apa saja yang nkalian lihat.

Otomatis secara langsung siswa pun akan menyebutkan nama-nama hewan.

Tidak hanya menanyakan nama-nama hewan yang di lihat oleh siswa guru pun juga dapat menerangkan berbagai jenis fauna serta bagaimana pengelompokan berdasarkan makanannya, cara melahirkan, serta habitatnya.

Dalam unsur ini tentunya sangat mempermudah guru dalam menjelaskan materi yang akan disampaikan, karena dengan adanya media siswa lebih tertarik dan semangat belajarnya pun tinggi.

Dengan terlebih dahulu guru menerangkan maka ketika nanti sudah tiba saatnya di tahap praktik siswa dapat lebih aktif dan mandiri tentunya.

3. Memahami
Unsur yang ketiga yaitu memahami, setelah guru menerangkan tentunya letak paling krusial disini.

Baca Juga:  Cek Kesehatan Diperketat, Donor Darah Massal Persiapan Jelang Lebaran

Guru yang professional tentu tidak hanya menerangkan materi lalu tinggal pergi.

Letak pembeda metode 5M dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya berada di sini. Dimana guru setelah menerangkan, wajib untuk dapat mengetahui apakah siswa tersebut sudah paham materi yang disampaiakan atau belum.

Memahami disini mengarah pada sejauh mana siswa dapat menerima materi yang telah di jelaskan.

Dalam metode yang ketiga ini guru dapat menguji siswa dengan beberapa kuis terkait media IPA yang telah di buat.

Adanya metode memahami ini dapat memperlancar jalannya proses kegiatan belajar mengajar di tahap berikutnya.

Apabila siswa sudah paham terkait media yang digunakan tentunya nanti ketika praktik sudah tidak ada kesulitan lagi.

Ketika semuanya dapat dipahami dengan baik siswa pun lebih mudah nanti dalam menyimpulkan materi berdasarkan media IPA yang telah dibuat.

4. Mempraktikan
Unsur yang keempat yaitu mempraktikan media pembelajaran yang sudah dibuat.

Dalam tahap metode ini diharapkan siswa sudah paham apa yang harus dilakukan. Disini fungsi guru sebagai pengatur jalannya praktik kegiatan sekaligus melakukan pendampingan dan pengawasan.

Praktik disini dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Dengan praktik secara langsung siswa lebih interaktif dengan gurunya, karena apabila ada siswa yang belum paham apa yang dilakukannya maka dapat langsung menanyakannya.

Pada metode praktik disini ada beberapa aspek yang harus di penuhi selama kehiatan pembelajaran berlangsung:
 Praktik dilakukan 3-4 anak perkelompok.
 Setiap kelompk diberikan kertas sebagai tempat menuliskan hal-hal yang penting selama praktik berlangsung.
 Di usahakan satu kelompok mempunyai media masing-masing yang telah dibuat sebelumnya secara bersama-sama.
 Praktik dilakukan pendampingan guru samapai siswa dapat memahami dengan baik

Baca Juga:  Gelar Tepang Wayang, Dwi Puspita Ningrum Pukau Ratusan Siswa SMAN 7 Purworejo

5. Menyimpulkan
Unsur yang terakhir dalam metode pembelajaran 5M yaitu menyimpulkan.

Menyimpukan disini artinya mengabungkan gagasan-gagasan pokok atau data dari awal materi hingga akhir. Fungsi guru disini memberikan uraian-uraian hasil dari kegiatan pembelajaran berdasarkan media yang telah digunakan.

Siswa dapat menuliskan uraian-uraian tersebut pada selembar kertas yang sudah dibagikan oleh guru.

Siswa memeroleh materi hasil kegiatan pembelajaran yang tentunya juga sudah paham isinya. Materi yang disampaikan oleh guru melalui media pembelajaran IPA tersebut.

Jadi itulah beberapa ulasan mengenai metode pembelajaran dengan menggunakan unsur 5M.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top