Bandar Lampung

Penanganan Kasus Korupsi Jelang Akhir 2020 di Lampung (Bagian III)

Penanganan Kasus Korupsi Jelang Akhir 2019 di Lampung (Bagian I)
Penanganan Kasus Korupsi Jelang Akhir 2019 di Lampung (Bagian I)

Ilustrasi.

Suluh.co – Kejaksaan Tinggi Lampung turut melakukan penanganan kasus korupsi jelang akhir 2020. Berdasarkan data yang tertuang di laman resmi Kejaksaan Tinggi Lampung khusus pada capaian kerja Tindak Pidana Khusus, ada sejumlah kasus korupsi yang ditangani.

Pertama, kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan Simpang Pematang-Brabasan di Mesuji pada Tahun Anggaran 2016. Status kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan berdasarkan Print – 02 / N.8 / Fd.1 / 05 / 2019 tanggal 22 Mei 2019. Hingga kini, kasus ini diketahui belum masuk ke tahap penuntutan.

Kedua, kasus dugaan korupsi pada peningkatan ruas jalan Bumi Jawa-Purbolinggo oleh CV Tangguh Serasi yang mana proyek ini berasal dari Dinas PU-PR Lampung Timur pada Tahun Anggaran 2015. Awal tahun 2020, Zulyadi divonis 1 tahun –tersangka untuk kasus ini. Tersangka lain di kasus ini masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang [DPO], yakni Alex Sandria, mantan Kepala Dinas PU-PR Lampung Timur. Sedianya ada empat orang tersangka di dalam perkara ini, dua diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga:  Dugaan Pelecehan Seksual, DPRD Minta Rektor UIN Raden Intan Lampung Tak Berpihak

Ketiga, kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan dinas Bupati & Wakil Bupati Lampung Timur yang dianggarkan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [DP2KAD] pada Tahun Anggaran 2016. Kasus ini sudah masuk tahap penuntutan dengan tiga orang terdakwa: Dadan Darmansyah, Suherni, dan Aditya Karjanto. Ketiga orang itu ditangguhkan penahanannya.

Keempat, kasus dugaan korupsi kegiatan land clearing pematangan lahan fasilitas pada Bandara Radin Inten II yang menetapkan Sulaiman menjadi tersangka. Kasus ini sedianya merupakan pengembangan dari kasus mantan Kepala Dinas Perhubungan Lampung Albar Hasan Tanjung yang sudah divonis.

Sulaiman sudah disidangkan, dan diputuskan oleh hakim Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang tidak bersalah atas dakwaan Kejaksaan Tinggi Lampung. Teranyar, jaksa melakukan upaya kasasi pasca putusan hakim.

Baca Juga:  YLBHI-LBH Bandar Lampung Kecam Statement Nanang Trenggono

Kelima, kasus dugaan korupsi penetapan honor penyusunan Raperda, Rapergub, dan tim evaluasi Raperda APBD Kabupaten/Kota pada Sekretaris Daerah Lampung Tahun Anggaran 2015. Kasus ini diketahui sudah sampai di tahap penyidikan dan disupervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], meski begitu kasus ini tidak diteruskan karena dinilai tidak bertendensi tindak pidana korupsi. Argumentasi Kejaksaan Tinggi Lampung dilapisi dengan adanya keterangan saksi ahli dan hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan [BPK]. Sehingganya, kasus ini dilimpahkan ke Inspektorat Lampung.

Berdasarkan catatan Suluh.co, penanganan kasus korupsi selanjutnya yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Lampung adalah menyoal bantuan benih jagung dari Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2017. Kasus ini awalnya diselidiki oleh Kejaksaan Agung. Teranyar, penanganan kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan dan sedang memintai keterangan para saksi terperiksa.

Baca Juga:  Dinkes Lampung Imbau Tetap Waspada DBD

Tak hanya itu, Kejaksaan Tinggi juga melakukan dua penyidikan kasus korupsi di Lampung Selatan: tentang dugaan bocornya Pendapatan Asli Daerah [PAD], dan dugaan korupsi di Inspektorat. Penanganan kasus ini diketahui sedang berjalan dengan melakukan permintaan keterangan kepada saksi-saksi terperiksa.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top