Daerah

Pemuda dari 24 Kampung Bentuk Forum Silaturahmi Muli Meghanai Lampung Tengah

Forum Silaturahmi Muli Meghanai Lampung Tengah/Istimewa

LAMPUNG TENGAH – Muli Meghanai se-Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), menggelar buka bersama akbar dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar pemuda di kabupaten setempat, Sabtu (25/5) kemarin.

Kegiatan dihadiri oleh 200 lebih Muli Meghanai berasal yang bari 24 kampung tersebut selain memanfaatkan momentum ramadan sebagai ajang mempererat persatuan antar pemuda Lampung juga dalam rangka pembentukan Forum Silaturahmi Muli Meghanai Lampung Tengah.

Heru Kurniawan selaku ketua pelaksana mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan atas dorongan ide dan inisiatif Muli Meghanai yang memandang penting silaturahmi dimoment bulan ramadhan demi mempererat tali persaudaraan satu sama lain.

“Alhamdulillah kegiatan buka bersama ini ramai sekali, Hadir kurang lebih 200 an orang dari 24 kampung baik dari bagian barat, tengah maupun timur Lampung Tengah Melalui forum ini semoga kedepan solidaritas antar kita semakin erat,” ungkap pemuda yang berasal dari kampung Bumi Nabung ini.

Setelah rangkaian buka bersama dan shalat magrib, Acara dilanjutkan dengan musyawarah Pembentukan Forum Silaturahmi Muli Meghanai Lampung Tengah yang dipimpin oleh ketua pelaksana.

Tampak dalam forum, Perwakilan kampung melaksanakan musyawarah dengan khidmat. Sebanyak 24 orang mewakili masing-masing kampung dan disaksikan oleh Muli Meghanai yang hadir.

Baca Juga:  Luncurkan Program PKH, Bupati Parosil Juga Resmikan SDN 1 Muara Jaya

Musyawarah turut berjalan dengan antuasias, Hal ini ditandai dengan banyaknya intrupsi dari  peserta yang hadir. Peserta menyampaikan gagasan kerangka organisasi dan mekanisme pemilihan ketua.

Setelah 2 jam musyawarah menghasilkan mufakat mekanisme pemilihan ketua berdasarkan rekomendasi 3 wilayah masing-masing yakni bagian barat, tengah dan timur. Berdasarkan hasil musyawarah antar kampung dimasing-masing wilayah, Menetapkan 2 calon kandidat ketua.

Wilayah timur merekomendasikan Indra Luthfi dari kampung Mataram Ilir sedangkan wilayah barat dan tengah merekomendasikan Rosim Nyerupa dari kampung Komering Agung.

Setelah memasuki pemilihan secara voting, Dari 22 suara sah, Indra Luthfi mendapatkan  dukungan dari 5 kampung sedangkan Rosim Nyerupa mendapatkan dukungan sebanyak 17 kampung yang kemudian ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Selaku ketua terpilih, Rosim Nyerupa mengucapkan banyak terimakasih kepada Muli Meghanai yang hadir dari 22 kampung.

Ia berharap melalui Forum Silaturahmi Muli Meghanai ini mampu memberikan sumbangsih kegiatan positif bagi aktivitas pemuda-pemudi antar kampung sehingga mampu eksistensi masyarakat adat khususnya Muli Meghanai dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa didaerah.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada seluruh Muli Meghanai yang hadir pada malam hari ini atas kepercayaan yang telah dimandatkan kepada saya. Amanah ini tentulah berat,”

Baca Juga:  Ada Bubbay Makko Tanding, Presiden Jokowi Disarankan Batalkan Hadir di Lampung Tengah

“Tapi atas dorongan dan support kita semua, Insya ALLAH forum ini kedepan diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi keaktifan pemuda-pemudi dalam berbagai aktivitas kepemudaan didaerah kita. Ini wadah yang sangat positif, Melalui wadah ini juga semoga silaturahmi dan persaudaraan kita semakin erat. Sehingga kekompakan kita mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa didaerah,”

“Mari bersama-sama kita belajar, menata merawat dan mengembangkan nilai-nilai luhur nenek moyang kita. Sudah saatnya kita selaku Muli Meghanai bangkit dan memberikan kontribusi terhadap daerah kita dalam berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan” jelas pemuda yang lahir di Kampung Komering Putih ini.

Rosim menambahkan, Forum Silaturahmi Muli Meghanai Lampung Tengah akan bergerak dalam tiga bidang yakni Kebudayaan, Pariwisata dan Pendidikan.

“Melalui forum ini kedepan tidak muluk-muluk, Selain sebagai sebuah wadah silaturahmi antar Muli Meghanai di Lampung Tengah juga sebagai forum yang bergerak di bidang kebudayaan, pariwisata dan pendidikan. Tentunya ini demi satu tujuan yakni eksistensi masyarakat adat Lampung wabilkhusus Muli Meghanai antar kampung di Lampung Tengah,” Imbuh Rosim.

Ia melanjutkan, selain itu, Melalui forum ini mampu menjalin hubungan yang baik dan membangun suasana kekeluargaan antar Muli Meghanai yang ada. Menjunjung tinggi Piil Pesenggiri dalam tatanan moral yang merupakan pedoman bersikap dan berperilaku masyarakat adat Lampung.

Baca Juga:  Lahan Eksplorasi Minyak di Lamteng Segera Dibebaskan

“Muli Meghanai adalah kaum millenial yang menjadi ujung tombak bagi eksistensi masyarakat adat dan kemajuan daerahnya kedepan. Maka sudah sepatutnya kita berhimpun dalam rangka mempertegaskan bahwa, kita adalah bagian daripada peradaban daerah kita,”

“Oleh sebab itu, Pilihan dalam pemilihan ketua tadi adalah hal yang lumrah, Tapi kita tetap harus bersama bersatu kedepan untuk saling sebalakkan, seakkatan, setinengan, seingekan dang secadangan. Kita hanya dijauhkan oleh telak geografis kampung saja, Ada yang dari barat sampai timur Lampung Tengah, Tapi bicara adat kita dekat secara hati, Karena adat adalah perekat kita semua,” tegas Rosim.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top