Daerah

Pemprov Lampung Manfaatkan Potensi GAK

Gunung Anak Krakatau (GAK)/Net

LAMPUNG SELATAN – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung selatan kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk dikunjungi.

Namun, persoalan masih terjadi dimana saat ini statusnya merupakan kawasan cagar alam yang hanya diperbolehkan dikunjungi untuk penelitian bukan wisata.

Kondisi tersebut menjadi dilematis, mengingat pemerintah sedang berupaya merubah GAK dari cagar alam menjadi taman wisata alam.

Pesona gunung anak krakatau saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apalagi saat ini anak krakatau terus melakukan letusan yang justru semakin menjadi magnet bagi wisatawan untuk melihatnya secara langsung.

Namun di sisi lain, potensi wisata di kawasan  ini masih menjadi persoalan karena statusnya  merupakan kawasan cagar alam yang hanya diperbolehkan dikunjungi untuk penelitian atau pendidikan bukan wisata, hal ini pun tentunya menjadi dilematis.

Baca Juga:  Gunung Anak Krakatau Keluarkan Abu Vulkanik

Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk memanfaatkan potensinya  untuk wisata. Dengan melakukan kajian tentang perubahan fungsi sebagian kawasan GAK dari cagar alam beralih menjadi taman wisata alam.

Setidaknya ada sekitar 21,89 hektare di kawasan GAK  yang diupayakan dialihkan fungsi nya menjadi TWA.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri, menyatakan bahwa persoalan ini memang dilematis karena krakatau merupakan cagar alam namun di sisilain aspek pariwisata nya tak terbendung, dan pemprov mengakui jika hal tersebut telah melanggar kawasan cagar alam GAK.

“Kami terus mendorong agar kedua potensi itu bisa dimanfaatkan dengan baik apalagi bisa mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata dia, Rabu (10/10).

Baca Juga:  5 Orang Tenggelam di Pantai Sinar Laut Lampung Selatan

Untuk merumuskan hal tersebut, Pemprov bersama BKSDA maupun stakeholder terkait melakukan rapat di kantor dinas kehutanan setempat. Rapat ini untuk menyamakan persepsi mengatasi persoalan kawasan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top