Bandar Lampung

Pemprov dan Pemkab Lamsel Bangun 532 Unit Rumah Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, saat memimpin rapat Persiapan Rencana Pengadaan Tanah untuk Pemukiman Korban Bencana Tsunami/LS

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan guna mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Tsunami di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Pembangunan huntap tersebut direncanakan di dua lokasi yakni di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa dengan luas sekitar 1,9 hektare (Ha) dan di Desa Way Muli seluas 1,6 Ha. “Lokasi tersebut sesuai dengan pengajuan Pemkab Lamsel,” ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, saat memimpin rapat Persiapan Rencana Pengadaan Tanah untuk Pemukiman Korban Bencana Tsunami, Selasa (2/4) di Ruang Kerjanya.

Baca Juga:  ASN Wajib Berinovasi Dalam Pelayanan Publik

Taufik mengatakan guna memangkas waktu, efisensi serta efektifitas, proses pengadaan tanah pembangunan huntap akan dilakukan langsung oleh instansi terkait tanpa melalui proses penetapan lokasi oleh Gubernur.

“Hal ini sesuai dengan pada Peraturan Presiden Nomor 148 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Umum,” jelas Taufik.

Untuk pengukuran tanah, menurut Taufik, akan dilakukan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) sementara untuk penentuan harga tanah akan disesuaikan berdasakan hasil penilaian jasa penilai (appraisal).

“Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik dan cepat sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian yang lebih baik,” ungkap Taufik.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengungkapkan pembangunan huntap ditujukan bagi 532 unit rumah yang mengalami kerusakan berat saat terjadi bencana Tsunami Selat Sunda. Pendataan dilakukan dengan “by name by address” sehingga datanya lebih akurat.

Baca Juga:  Pemprov, Pemkab Lamsel dan KSOP Kelas 1 Panjang Perjuangkan Infrastruktur Jalan Pelabuhan Sebalang

“Awalnya 537 rumah namun setelah didata ulang menjadi 532 rumah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, prototype rumah yang akan dibangun yakni rumah tahan gempa dan berstruktur kuat. Diharapkan pembangunan dapat dilaksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2019. (LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top