Bandar Lampung

Pemkot Bandarlampung Butuh Penataan Regulasi Transportasi Umum

Kemacetan yang semakin parah di Kota Bandarlampung/Ist

BANDARLAMPUNG – Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasat Lantas) Polresta Bandarlampung, AKP Ridho Rafika, meminta komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, tentang regulasi transportasi umum guna mengatasi kemacetan di Ibukota Lampung.

AKP Ridho mengatakan, Kota Bandarlampung sebagai Ibukota provinsi, harus berkomintmen dalam mengatasi kemacetan yang ada.

“Dalam mengatasi kemacetan bukan hal yang mudah,  perlunya komitmen dari pemerintah salah satunya pengaturan transportasi umum, ” kata dia, Kamis (15/3).

Menurutnya, faktor kemacetan disebabkan banyaknya masyarakat yang sudah memiliki kendaraan pribadi,  pembangunan gedung, dan tempat pariwisata, sehingga menambah minat masyarakat dari daerah lain berkunjung ke Bandarlampung.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat masyarakat banyak yang memiliki kendaraan pribadi, selain itu dengan adanya pembangunan tempat hiburan dan pariwisata mengundang masyarakat dari luar datang. Perlu juga komitemen pengaturan tata kotanya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mulai Dipadati Pemudik, Terminal Rajabasa Sediakan 250 Bus Reguler

AKP Ridho menambahkan, dengan memperbaiki transportasi umum dan membuat nyaman para penggunanya,  maka akan mengurangi masyarakat untuk mengunakan kendaraan pribadi.

“Kalau sudah nyaman,  pasti banyak yang pake transportasi umum dari pada kendaraan sendiri. Harusnya pemerintah dari sekarang sudah membuat kajian tentang transportasi umum, itu harus di fokuskan,” ujarnya.

Lanjutnya, Pemkot Bandarlampung, jika membuat trobosan dengan membangun flyover, tetapi tidak didukung dengan faktor penunjanh lainnya maka kemacetan tidak bisa teruraikan.

“Kalau cuma flyover aja tidak bisa,  harus di dukung dengan yang lainnya, seperti pelebaran jalan dan mengatur perputaran (u-turn),” imbuhnya.

Lebih lanjut,  pihaknya saat ini melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan dan menutup perputaran.

Baca Juga:  Jembatan Kontroversial Itu Akhirnya Diresmikan

“Dari peraturan perputaran itu minimal berjarak 500 meter, sekarang sudah banyak yang kita tutup. Karena dengan banyaknya perputaran maka akan mengurangi kecepatan,  sehingga macet,” kata AKP Ridho.(RM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top