Daerah

Pemkab Tulangbawang Ingkar Janji, Ribuan Warga Bakal Blokir PT. SGC

Audiensi para Pimpinan LSM dengan Pemkab Tulangbawang, perihal pencemaran lingkungan oleh PT. SGC/MR

MENGGALA – Puluhan Ketua LSM se-Tulangbawang (Tuba) kembali mendatangi sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuba untuk mempertanyakan ketegasan pemkab terhadap PT Sugar Group Companies (SGC) terkait aktifitas pembakaran tebu.

Kendati sudah melakukan pertemuan, para Pimpinan LSM tersebut harus keluar dari ruangan rapat dengan mimik wajah penuh kecewa lantaran pada dialog antara LSM dengan Pemkab yang diwakili oleh Sekkab  Antoni, didampinggi Plt Kadis Perizinan Tamami Akif, menemui jalan terjal sebab pemkab lagi-lagi meminta waktu tampa batas.

Menurut Koordinator LSM, Gunawan, kedatangan pihaknya ke pemkab hanya untuk menanyakan sejauh mana langkah nyata pemerintah terhadap tuntutan penghentian aktifitas pembakaran tebu saat panen oleh SGC.

“Ini bukan demo, kami hanya datang menagih janji pemkab karena sewaktu demo pekan kemarin melalui Asisiten Bidang Pemerintahan Akchmad Suharyo, meminta waktu satu pekan untuk memberikan kepastian sikap tegas pemkab terhadap SGC. Nah janji beliau itulah yang kami tagih, tetapi kenyataanya pemkab masih saja mengulur waktu padahal ini sudah berjalan satu pekan,” ucap Gunawan, Senin (20/8).

Baca Juga:  14.629 E-KTP Tulangbawang Dijamin Rampung Sebelum Pemilu 2019

Menurut Gunawan, semestinya pada forum dialog tersebut pihaknya inginkan yang menemui adalah langsung pimpinan yakni Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang Winarti-Hendriwansyah.

Sebab jika para pimpinan tersebut hadir maka sudah dipastikan akan bisa ditarik sebuah kesimpulan agar SGC untuk tidak lagi membakar tebu sewaktu panen.

“Mestinya yang datang bupati karena beliau adalah pimpinan yang punya kuasa dan wewenang. Tapi sayang beliau terkesan enggan menemui kami, malahan mengutus pejabat sudah pasti tidak mungkin ada kesimpulan karena pejabat tidak punya kuasa penuh untuk mengambil sebuah keputusan,” ucapnya.

Oleh sebab itu lanjut Gunawan, pihaknya kembali memberikan toleransi terhadap pemkab satu pekan ke depan, untuk mengambil sebuah keputusan resmi terkait SGC.

Baca Juga:  Warga Tulangbawang Tagih Janji Pemkab Tindak SGC

“Mana yang lebih penting, keberlangsungan kehidupan masyarakat atau perusahaan. Kami berikan waktu satu pekan, tetapi jika masih saja tidak ada kesimpulan maka jangan salahkan kami jika nantinya kami bersama dengan ribuan masyarakat akan turun ke jalan, bahkan akses menuju perusahaan akan kami tutup,” tandasnya.

Sementara itu, Sekkab Antoni, mengatakan secepatya dirinya perintahkan Kabag Tapem untuk membuatkan surat berisikan tuntutan/aspirasi yang akan dilayangkan kepada pihak perusahaan.

Tetapi sambung Antoni,dirinya tetap harus menghadap pimpinan guna melaporkan hasil pertemuan tersebut .

“Apalah arti seorang Antoni, saya masih punya pimpinan yang mempunyai hak dan wewenang penuh, saya siap dicopot dari jabatan jika macam-macam. Apapun aspirasi yang kawan-kawan LSM sampaikan kami tamping. Namun tentunya semua harus melalui procedural, sebab pada tatanan birokrasi diwajibkan tertib adminitrasi, jadi saya harap kawan-kawan bersabar secepatnya  saya menghadap pimpinan dan hasilnya akan saya berikan kabar,” pungkasnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top