Ekonomi

Pemkab dan DPRD Lampura Lambat Merespon Petani Singkong

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung, menggelar Focus Group Disscusion (FGD) guna membedah remuknya harga singkong di Provinsi Lampung/Istimewa

Suluh.co – Harga singkong di Provinsi Lampung menjadi perbincangan hangat pada awal tahun ini.

Bagaimana tidak singkong sudah seperti tidak ada harganya lagi, harga singkong berkisar Rp700 hingga Rp800 perkilogramnya, belum potongan, karyawan dan ongkos mobil.

Untuk itu, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung, menggelar Focus Group Disscusion (FGD) guna membedah remuknya harga singkong di Provinsi Lampung, dengan mengundang Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti, pada 16 Maret lalu.

Selain Ketua DPD RI, narasumber dalam FGD itu ialah Ahmad Bastian anggota DPD RI, I Komang Koheri dan I Made Surjaya anggota DPR RI, Ketua KPPU Kodrat Wibowo, dan Wahrul Fauzi Silalahi Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung.

Baca Juga:  OJK Minta Masyarakat Pahami Risiko Pinjaman Daring 

La Nyalla mengungkap bahwa idealnya harga singkong hari ini berkisar Rp1,500 per kg, La Nyalla mempertanyakan kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyelesaikan masalah anjloknya harga singkong.

Sementara, Persatuan Petani Singkong Lampung Utara, Riski Apriyansah Abung, mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Lampung dan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dalam memperjuangkan harga singkong di Lampung.

“Alhamdulillah harga sudah Rp900 per kg dan rafaksi tertinggi 15 persen, sudah ada kenaikan namun kenaikan ini belum sesuai dengan harapan petani singkong di Lampung Utara,” ujar Abung.

Riski Apriyansah Abung juga menyoroti lambannya respon Pemerintah Daerah Lampung Utara dan DPRD Kabupaten Lampung Utara seperti ayam sayur dalam menangani kasus jatuhnya harga singkong di Lampung Utara.

Baca Juga:  Gubernur Ridho : Lampung Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Pemkab dan DPRD Lampura sangat lamban merespon keluhan petani singkong, padahal Lampura merupakan produsen terbesar ubi kayu di Provinsi Lampung,” pungkas Abung.

 

Reporter : SUL/HMS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top