Iklan
Modus

Pemilik Ganja Menangis Mohon Keringanan Hukuman

Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Terdakwa Hendriyanto alias Abeng memohon keringanan hukuman atas tuntutan selama 17 tahun penjara yang telah dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan kepemilikan ganja 9,2 Kg.

Dalam sidang pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (18/4), sambil menangis Abeng mengatakan dirinya adalah tulang punggung keluarga.

“Saya adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istri dan anak-anak saya yang masih kecil,” ujar Abeng kepada mejelis hakim yang diketuai Syamsudin.

Menurut Abeng, tuntutan 17 tahun penjara amatlah berat untuknya.

“Tuntutan yang diberikan jaksa terlalu tinggi pak. Saya mohon pertimbangannya agar pak Hakim meringankan hukuman saya,” terangnya.

Selain itu, dia menyatakan penyesalannya telah ikut serta dalam peredaran gelap narkotika.

Baca Juga:  Keberadaan TPA Bakung Mulai Meresahkan Warga

“Saya menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya pak Hakim,” ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Farida menuntut Hendriyanto alias Abeng dengan pidana penjara selama 17 tahun serta denda Rp1 miliar atau subsider (diganti) 6 bulan kurungan atas kepemilikan daun ganja kering seberat 9,2 Kg.

JPU asal Kejari Bandar Lampung itu menyatakan terdakwa bersalah dan melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan satu berupa ganja sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Perbuatan terdakwa bermula pada 7 November 2017, saat itu terdakwa dihubungi Rio (DPO), Rio menawarkan pekerjaan terhadap terdakwa, terdakwa mengiakan tawaran tersebut.

Baca Juga:  750 Polisi Jaga TPS di Kota Bandar Lampung

“Terdakwa menayakan kepada Rio kerjaan apa dan dijawab mengambil sampah (daun ganja_red) dan akan ada orang yang menghubungi terdakwa untuk menjemput barang tersebut,” kata Jaksa.

Tidak lama setelah itu, terdakwa dihubungi oleh orang yang tidak dia kenal dan mengarahkan untuk pergi ke Kecamatan Natar, tepatnya di pinggiran rel kereta api.

Sekitar pukul 23.00 WIB terdakwa tiba di tempat yang dimaksud, kemudian terdakwa diarahkan mengambil satu buah karung berisikan 20 paket besar daun ganja kering.

Selanjutnya pada 9 November 2017 terdakwa dihubungi Rio yang mengatakan akan ada orang yang mengambil ganja sebanyak 5 paket besar dengan menyerahkan nomor orang tersebut kepada terdakwa.

Kemudian terdakwa menghubungi nomor tersebut dan terdakwa menyarankan agar mengambil paket itu disebuah gubuk kosong di Kelurahan Karang Anyar, Jatiagung, yang memang sebelumnya terdakwa telah letakkan di gubuk tersebut.

Baca Juga:  8 Gajah TNWK Meriahkan Lampung Krakatau Festival 2018

“Lalu pada 14 Novemver 2017, saat akan menunggu pemesan datang, terdakwa ditangkap oleh anggota kepolisian beserta barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan,” kata Jaksa.(RM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top