Daerah

Pembatasan Kegiatan Hajatan di Tuba Diputuskan Lewat Rapat Akbar

SE Bupati Tulangbawang tentang pelarangan pesta hajatan ditengah pandemi Covid-19/Istimewa

Suluh.co – Pemkab Tulangbawang pada Senin 31 Mei mendatang, akan mengelar rapat akbar dengan seluruh unsur pemerintahan, DPRD para tokoh agama, masyarakat dan adat.

Undangan rapat akbar yang beredar di media sosial tersebut, untuk mengevaluasi lebih lanjut surat edaran (SE) Bupati Tulangbawang tentang pelarangan pesta hajatan ditengah pandemi Covid-19.

Hal itu dinilai sangat penting untuk dilakukan pembahasan dengan segenap unsur mengingat SE tersebut akan segera berakhir masa berlakunya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pada rapat yang digelar nantinya, sekaligus akan membahas pelonggaran berbagai kegiatan masyarakat khususnya pesta hajatan maupun kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tatap muka.

Baca Juga:  Tulangbawang Permudah Izin Berinvestasi

Dalam rapat nantinya akan diperoleh kesepakatan bersama antara pemerintah, DPRD serta berbagai komponen masyarakat lainya untuk setuju atau tidak rencana pelonggaran yang dimaksud oleh Bupati Winarti.

Dimana semua keputusan diambil melalui jalur musyawarah serta kesepakatan bersama. Karena keputusan bisa atau tidak itu mempunyai resiko yang harus dipertangung jawabkan, hingga harus dikaji serta dipertimbangkan dengan matang.

Jika nantinya disepakati pencabutan SE pembatasan pesta hajatan atau dilakukannya KBM tatap muka, maka pemkab harus membuat aturan-aturan sebagai bentuk tetap mengkontrol secara ketat pelaksanaanya.

Sebelumnya, Bupati Winarti meminta kepada seluruh masyarakat agar membantu serta mendukung berbagai upaya pemkab dalam mencegah terjadinya sebaran corona di kabupaten yang Ia pimpin.

Baca Juga:  M Ridho Ficardo, Satukan Warga Tulang Bawang Dengan Infrastruktur

Dukungan segenap masyarakat yang Ia harapkan yakni dengan tidak mengabaikan tetapi dengan tetap dan terus menerus menerapkan disiplin prokes Covid-19.

“Insya Allah, mulai 1 Juni semua bisa normal kembali, hajatan maupun kegiatan lainnya bisa kembali diizinkan. Bahkan para siswa-siswi bisa kembali belajar tatap muka disekolah,” harapnya, Jumat (28/5).

Kendati demikian walaupun hajatan dan belajar tatap muka digelar, namun prokes tetap menjadi kewajiban yang harus dipatuhi.

Sebab dengan disiplin mentaati prokes maka dapat meminimalisir terjadinya sebaran Covid-19.

“Semua bisa kita lakukan jika kita saling memberikan dukungan,pastinya semua masih dalam kajian,yang jelas jika memang memungkinkan 1 Juni Kabupaten Tulangbawang akan melongarkan berbagai aturan pelarangan kegiatan terkait,” kata Winarti.

Baca Juga:  Pengusaha Wedding Organizer Dukung Kebijakan Bupati Winarti

 

Reporter : Murni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top