Bandar Lampung

Pembangunan Kota Bandar Lampung Tanpa KLHS Bisa Timbulkan Bencana Ekologis

Orientasi penyusunan RPJMD Kota Bandar Lampung/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, melibatkan beberapa pihak seperti organisasi kemasyarakatan, filantropi, pelaku usaha dan akademisi.

Partisipasi berbagai pihak ini untuk melakukan kajian terhadap daya dukung dan daya tampung suatu wilayah.

Tim pembuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis atau KLHS bertujuan memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah.

Akademisi Univeristas Lampung (Unila), Deddy Hermawan, mengatakan, pembangunan berkelanjutan yang disebut sustainable development goals memadukan dimensi lingkungan hidup, sosial dan ekonomi.

“Namun tak jarang kajian lingkungan hidup strategis ini hanya sebatas formalitas atau syarat dan mengabaikan keutuhan lingkungan hidup,” kata dia, Selasa (9/4).

Baca Juga:  Pemprov Lampung Persiapkan Kafilah MTQ Nasional ke XXVII di Medan

Penerapan kajian lingkungan hidup strategis dalam rencana tata ruang wilayah atau RTRW juga menjadi bias saat pembangunan mengabaikan lingkungan hidup dengan dalih ramah investasi.

Sementara itu, berdasarkan catatan organisasi pecinta lingkungan hidup terbesar di Indonesia, Walhi atau Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Perwakilan Lampung, Pemkot Bandar Lampung, belum melakukan kajian lingkungan hidup strategis terhadap rencana tata ruang wilayah dalam beberapa kurun waktu terakhir.

Walhi Lampung tidak menampik kemungkinan jika pemerintah melibatkan organisasi pecinta lingkungan lainnya, karena kajian lingkungan hidup strategis dibutuhkan untuk mengevaluasi daya dukung dan daya tampung suatu ruang wilayah untuk mencegah terjadinya bencana ekologis.

“Hal ini untuk menjamin pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya,” ungkap Irfan Trimusri, perwakilan Walhi Lampung.

Baca Juga:  LBH, AJI dan Walhi Ikut Awasi Pelayanan Publik

Lanjutnya, kajian lingkungan hidup strategis sangat penting untuk menetapkan peruntukan suatu ruang atau wilayah secara terukur.

“Sebelum disahkan, hasil kajian lingkungan ini wajib dipublikasikan kepada masyarakat untuk mendapatkan saran maupun kritikan atas hasil kajian tersebut,” tukasnya.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top