Modus

Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Kembali Marak

Pembalakan Liar di Kawasan Hutan/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung sangat perhatian dan serius dalam melawan kejahatan kehutanan khususnya pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan yang kembali marak saat ini.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bachri, didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Kobservasi Hutan Wiyogo Supriyanto dan Kasat Polhut Amirsyah, mengatakan, tanaman sonokeling (Dalbergia latifolia) menjadi sasaran pembalakan liar utamanya di kawasan hutan lindung dan konservasi tahura Lampung.

“Selain itu, Kawasan hutan di KPH Pematang Neba, KPH Batutegi, KPH Kotaagung Utara, KPH Tangkut Tebak Way Waya, dan Tahura Wan Abdul Rachman juga iku menjadi sasaran,” ungkap Kadishut Lampung, Syaiful Bachri, Rabu (20/3).

Kata dia, Tim Gabungan Polisi Kehutanan Provinsi Lampung dan Kepolisian Daerah Lampung, sebelumnya telah berhasil menangkap pembalakan liar pada (7/1) dari kawasan hutan lindung register 28 Pematang Neba.

Baca Juga:  Tim Gabungan Polhut dan Polres Tanggamus Kembali Tangkap Pelaku Pembalakan Liar

“Tujuh orang pelaku berhasil diamankan, berikut satu truk berisi sonokeling dan tiga buah motor,” tukasnnya.

Pada (28/1) KPH Batutegi, Polhut, dan Mitra KPH juga menangkap 94 balok kayu sonokeling yang berasal dari Register 39, wilayah KPH Batutegi.

Selanjutnya pembalakan liar di kawasan Register 34 Tangkit Tebak yang berbatasan dengan Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara.

“Dalam kejadian ini masyarakat berhasil menghadang truk bermuatan 20 gelondong kayu sonokeling,” kata Syaiful.

Sementara itu, di bulan Februari 2019, di register 19 Gunung Betung juga terjadi pembalakan liar yang ditangani oleh Tahura Wan Abdul Rachman dan Balai Gakkum Sumatera, yang saat dalam proses penyidikan oleh PPNS Balai Gakkum KLHK.

Baca Juga:  Propam Usut Pembobolan ATM BRI di Rajabasa

Selanjutnya Sabtu (16/3) patroli bersama Polhut dan Kodim 0421 Lampung Selatan, beserta Mitra KPH berhasil menemukan kayu sonokeling hasil pembalakan liar, tepatnya di Pulau Raya, Umbul Solo, Limbungan dan Sungai Rajasin.

Kayu ini selanjutnya dimusnahkan dengan dirajang oleh Tim Patroli pada Minggu (17/3)

“Hal ini menunjukkan bahwa perhatian dan keseriusan dalam pemberantasan illegal logging. Komitmen kuat Dinas Kehutanan akan terus memerangi illegal logging, karena merupakan kejahatan lingkungan yang harus diperangi bersama,” tegas Syaiful Bachri.

Ditempat yang sama,  Kasat Polisi Kehutanan Provinsi Lampung, Amirsyah, mengaku akan terus patroli rutin ini akan terus dilakukan secara tiba-tiba agar tidak terbaca oleh para pembalak liar.

Baca Juga:  Arbitrase Jadi Wadah Penyelesaian Perselihan Pelaku Bisnis

Kegiatan patroli dilakukan dengan melibatkan unsur-unsur TNI dan polisi yang ada di wilayah.

“Hal ini dilakukan guna sinergi, serta menjawab keterbatasan tenaga dan luasnya daerah yang akan dipantau,” singkatnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top