Modus

Pemalsuan Tanda Tangan, Kakak Ipar Dilaporkan Adik Ipar

Sidang dugaan pemalsuan tandatangan surat palsu/BO

BANDAR LAMPUNG -Sidang dugaan pemalsuan tandatangan surat palsu dengan terdakwa Irwandi (41) warga Jl. Way Mesuji, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, kembali digelar, Rabu (16/5).

Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menghadirkan saksi sekaligus korban Ali Ferdian (35), warga Way Halim Permai.

Dalam kasus dugaan ini terdakwa merupakan kakak ipar korban. Korban terpaksa melaporkan ke muka hukum, lantaran terdakwa meminjam kredit usaha dan mikro uang ke Bank BRI Unit Pasar Tugu sebesar Rp25 juta dengan menjaminkan surat tanah sporadik milik korban.

Dalam kasus ini JPU Bandar Lampung Mala Kristin, mendakwa Irwandi dengan pasal 263 ayat (1).

Menurut Mala, pada saat itu korban mendapat informasi bahwa surat tanah korban pada September 2017 dari temannya yang kerja di Bank BRI telah dijaminkan oleh terdakwa.

Baca Juga:  Sidang Mahkamah Partai Golkar : Enam Saksi Sampaikan Panitia Penjaringan Cagub Lampung Tidak Pernah  Dibentuk

“Mendapat laporan itu, korban langsung mendatangi Bank BRI tersebut untuk mengecek kebenaranya,” kata JPU Mala.

Setelah karyawan BRI Unit Pasar Tugu, Zaenal Abidin, menujukan satu eksemplar surat tanah sporadik. Tak hanya sporadik, pihak Bank juga menujukan surat kuasa yang telah ditandatangani korban.

Dan korban membenarkan surat tanah tersebut, bahkan korban juga kenyataan selama ini tidak pernah menandatangani dan meminjamkan sporandik.

“Atas kejadian  terdakwa, korban mengaku dirugikan atas surat tanah yang telah dipinjamkan kredit di Bank BRI,” ungkap JPU Mala.

Pada saat sidang, Ketua Majelis Hakim Ahmad Lakoni mempertanyakan kepada saksi korban Ali Ferdian terkait surat sporandik itu, Ali mengaku, jika sporadik surat itu selama ini berada dirumah orangtuanya dan berada diruang kerja.

Baca Juga:  Usai Diperiksa Inspektorat, Staf Komisi I DPRD Lampung Diam Seribu Bahasa

Didalam persidangan ini Hakim juga mempertanyakan soal surat tanah sporadik apa ia istri (RA) yang merupahkan adik terdakwa, yang mengambil? Ali menjawabnya dengan lantang bisa mungkin.

“Karena memang ia sering datang kerumah ayahnya, yang mulia,” kata dia.

Namun dipersidangan, Irwandi membantah jika RA yang merupakan adiknya yang telah mengambil sporadik dikediaman ayah korban.

“Adik saya itu tidak pernah kerumah ayah saksi (Ali) dia kalau lebaran dan mendadak saja kerumah mertuanya,” jawabnya.

Irwandi juga mengaku bahwa surat tanah itu selama ini yang menyerahkan adalah Ali. Lalu, Ali  menjawab itu tidak benar.

Usai persidangan kepada awak media juga Ali mengaku bahwa dirinya melaporkan masalah ini ke proses hukum, karena sebagai pintu masuk.

Baca Juga:  Bawaslu Lampung Gandeng Kepolisian Ungkap Pelaku Vandalisme Baliho Jokowi

Sebab, selama itu istrinya RA yang saat ini sedang proses perceraian bahwa telah melakukan penipuan dengan investasi bodong sebesar Rp40 miliar.

“Kami saja keluarga ditipu hampir Rp15 miliar,” tutup Ali dengan nada terharu.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top