Bandar Lampung

Pemalsuan Tanda Tangan, BK DPRD Lampung Ragukan Keterangan Staf Komisi I

Ketua Badan Kehormatan DPRD Lampung, Abdullah Fadry Auly/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Badan Kehormatan (BK) DPRD Lampung, meragukan keterangan koordinator staf Komisi I, Joko Purwanto. Sebab, keterangan yang disampaikannya berbeda dengan Beni Mulya dan Ariansyah, saat melakukan pemeriksaan ketiganya secara terpisah, Kamis (18/10).

“Saya sangat meragukan keterangan Joko. Itu saya simpulkan setelah mengkonfrontir keterangan  Ari dan Beni, yang memiliki kesamaan bahasanya saat diperiksa. Tetapi saat kita samakan dengan keterangan Joko, itu berbeda. Kalau Ari dan Beni sama persis saat menceritakan tahapannya, padahal mereka diperiksa terpisah,” kata ketua BK DPRD Lampung, Abdullah Fadri Auly, Kamis (18/10).

Dalam pemeriksaan tadi versi Joko, ia menceritakan bahwa scanning itu dilakukan atas inisiatif dari Beni.

Baca Juga:  RDP Komisi I DPRD Lampung Tanpa Perencanaan dan Target

“Joko mengatakan yang mengetik saat membuat undangan saat setengah perjalanan, dia (Joko) dipanggil oleh ketua komisi yang mengatakan bahwa surat itu  serahkan saja ke saudara Beni. Kamu  (Joko) urus undangan yang lain, setelah surat selesai, ia pergi ke bagian persidangan untuk diparaf koordinasi kasubag dan kabag persidangan. Jadi itu penjelasan saudara Joko,” ungkapnya.

Kendati demikian, setelah BK meminta keterangan dari Beni, ternyata apa yang disampaikan oleh Joko itu tidak benar. Ia menceritakan bahwa, saat itu Joko memanggil Beni untuk menyelesaikan pembuatan surat undangan, ternyata surat itu sudah selesai. Kemudian, Beni diperintahkan Joko melakukan scanning.

“Saat itu, Joko sudah diingatkan Beni apakah sudah dapat rekomendasi dari bersangkutan. Kemudian Joko menjawab sudah scan-scan aja. Akhirnya karena Beni staf Joko, ia menjalankan perintah tersebut. Saya juga mengkonfirmasi dengan saudara Ari terkait penjelasan Joko tadi, saudara Ari mengatakan diperintah Joko memanggil Beni. Lima menit kemudian saudara Beni datang, tetapi  surat itu sudah selesai. Lalu Joko merintahkan tolong ni di scan dan sudah diingatkan oleh saudara Beni,  tetapi Joko bilang scan-scan aja,” paparnya.

Baca Juga:  Kemenpora Inisiasi 1000 Pemuda Anti Tawuran

Setelah menyampaikan keterangan, BK mengingatkan Joko, apakah yang telah disampaikan itu ingin diralat dan menyampaikan konsekuensi dari permasalahan yang tengah dihadapinya tersebut. Lalu, koordinator komisi I itu bersikeras tidak mau meralatnya.

“Jadi itu keterangan dari saudara Joko saat dimintai keterangan dalam persidangan usai disumpah,” tegasnya.

Dilain sisi, ia menyampaikan bahwa Jumat (19/10) pihaknya akan memanggil ketua komisi I DPRD Lampung untuk dimintai keterangan.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top