Iklan
Modus

Peluru Nyasar di Tubuh Mahasiswa UBL Diminta untuk Uji Balistik

 

Proyektil peluru di insiden Kampus UBL/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Polda Lampung telah menyatakan, bahwa tipe senjata api yang disebut tidak sengaja meletus di Universitas Bandar Lampung (UBL) hingga menyebabkan Rahmat Heriyanto terluka, adalah jenis Five Seven (FN) dan merupakan senjata non organik Polri.

Kendati demikian, Mabes Polri meminta adanya uji balistik peluru yang bersarang ditubuh Rahmat.

“Dicek dulu dengan uji balistik agar tahu tipe senjata dan pelurunya,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (14/8) kemarin.

Seperti diketahui, Minggu (11/8), setelah kejadian, Polda Lampung menyatakan bahwa tipe senjata api yang disebut tidak sengaja meletus adalah jenis Five SeveN (FN) dan merupakan senjata non organik Polri.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengaku persoalan sudah atau tidaknya dilakukan uji balistik terhadap proyektil peluru adalah hal teknis yang dapat dipaparkan oleh penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Baca Juga:  Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Sukabumi, Polresta Bandar Lampung Amankan 3 Tersangka

Dari data yang dihimpun, Ditreskrimum Polda Lampung menyita dua pucuk senjata api jenis FN warna coklat dan revolver milik oknum Brigadir PJ. Lalu selongsong peluru jenis FN serta satu unit mobil Toyota Agya warna merah bernomor pelat BE 1920 MA.

Kemudian, Polda Lampung juga telah menetapkan tiga oknum polisi sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Brigadir PJ dan Bripka D, personil dari Polres Lampung Selatan kemudian Aipda DI yang sampai saat ini belum dirincikan asal satuannya.

Berdasarkan informasi dari sumber kepolisian, turut diamankan dua buah kartu milik Brigadir PJ dan menyita enam butir peluru.

Kartu tersebut diantaranya ialah Surat Izin Membawa dan Menggunakan Senjata Api dengan nomor SIMSA/389/II/2018.

Baca Juga:  Usai Sosialisasi Bahaya Narkoba di UBL, OASE Borong Kerajinan Khas Lampung

Kartu berwarna oranye ini tertulis sebagai milik PJ berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol) dengan NRP 87071201. Jabatannya adalah BA Intelkam KSKP Bakauheni dengan asal kesatuan Polres Lampung Selatan. Disebutkan pula masa berlaku kartu tersebut sampai dengan 23 November 2018. Dan dikeluarkan di Kalianda pada 6 Januari 2018.

Kartu ini ditandatangani oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Mohammad Syarhan.

Sementara kartu identitas lainnya adalah Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri dengan nomor KTA/217/IV/2018. Kartu tersebut atas nama PJ berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol) dengan NRP 87071201.

Di sana tercantum jabatan PJ sebagai BA KSKP Bakauheni asal kesatuan Polres Lampung Selatan. Terdapat tulisan ada perubahan pada kolom masa berlaku kartu tersebut. Kartu itu ditandatangani oleh Kabag Sumda Polres Lampung Selatan Kompol H. MN. Yuliansyah di Kalianda pada 19 April 2018.(TN/TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top