Politik

Pelapor Politik Uang Sempat Diancam Penjara Oleh Panwas Lamteng

Sutarno, Suprio, dan Sutrisno, ketiga masyarakat Bangun Rejo, yang mendampingi Nuryati laporan ke Panwas Lampung Tengah/WA

LAMPUNG TENGAH – Para pelapor mengaku merasa diancam Panwas Kabupaten Lampung ketika kendak melaporkan tindak politik uang oleh tim paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) di Desa Sinar Seputih, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah pada Minggu (24/6).

Para pelapor dan warga yang mendampingi pelaporan, Sutarno (52), Supriyo (40) warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Bangun Rejo dan Nuryati (43) warga Desa Sinar Seputih, Kecamatan Bangun Rejo, mengaku diancam Ketua Panwas Lampung Tengah Darmono ketika melaporkan dugaan politik uang yang diduga dilakukan tim paslon Arinal – Nunik di kampung mereka.

Baca Juga:  Ridho Memohon Restu Sebelum Pencoblosan

Mereka mengaku akan dipenjarakan jika yang dilaporkan tim paslon Arinal-Nunik terbukti malakukan bagi-bagi amplop di Desa Sinar Seputih, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah.

“Ketika melapor Ibu Nuryati diancam Ketua Panwas Lampung Tengah Darmono bila pemberi dan penerima dua-duanya akan dipenjarakan,” kata Sutarno, Minggu (24/6).

Akibat intimidasi tersebut, Ibu Nuryati sempat mengurungkan niat untuk melapor, namun beberapa warga yang mendampingi tetap ingin melaporkan dugaan politik uang di kampung tempat mereka bermukim itu sampai akhirnya laporan diterima Panwas Lamteng.

Namun dalam menerima laporan, lanjut Sutarno, Panwas Lampung tidak menunjukan sikap profesional sebagai pengawas pemilu lantaran warga yang melapor dari pukul 11.30 sampai 16.00 waktu setempat, tidak juga dibuatkan Berita Acara Penyidikan (BAP), dengan alasan belum ada tim dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

Baca Juga:  Alzier dan Yozi Rizal Dijadwalkan Jadi Pembicara Diskusi Lampung Darurat Politik Uang

“Kami selama empat jam di sana (kantor Panwas) tidak di BAP, bahkan ada salah satu warga desa kami yang hendak melapor tidak diperbolehkan sehingga tidak jadi melapor, pokoknya tidak profesional,” lanjut dia, yang dibenarkan beberapa warga yang mendampingi pelapor.

Para pelapor berharap, sebagai lembaga pengawas, Panwas Lamteng diminta agar melayani setiap warga yang hendak melapor, bukan justru diancam dan diperlakukan seperti masyarakat yang hendak melakukan kejahatan.

“Padahal kami ini sebenarnya ingin membantu kerja panwas dalam memerangi politik uang, kok ini malah kami diancam-ancam dan diperlakukan seperti itu,” lanjutnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top