Iklan
Modus

Pelaku Perampas Motor Cicipi Timah Panas

Ilustrasi

LAMPUNG UTARA – Wawan Adriansyah alias Mulan warga Desa Negeriratu, Muara Sungkai, Lampung Utara (Lampura) pelaku perampasan motor harus tersungkur setelah timah panas yang dilepaskan tim Resmob Polres Lampura mengenai kaki sebelah kanan.

Petugas terpaksa menembak kaki Mulan yang diketahui telah beraksi di 10 lokasi berbeda karena berusaha kabur saat akan ditangkap pada Senin (23/4) dinihari sekitar pukul 02.00 Wib.

Kasat Reskrim AKP Syahrial mewakili Kapolres AKBP Eka Mulyana, mengatakan jika Mulan dibekuk dikediaman neneknya di Desa Negararatu, Muarasungkai.

“Saat akan diamankan, dia (tesangka) berusaha melawan dan hendak kabur, sehingga kami terpaksa melakukan tindakan tegas,” kata Syahrial.

Menurutnya, Mulan ditangkap karena bersama rekannya Pajri Ramadani alias Madon, yang telah lebih dulu ditangkap, merampas motor milik Kiki Primarani (19), warga  Desa Sidomukti, Abung Timur, pada 27 Februari 2018 sekira pukul 12.30 Wib.

Baca Juga:  Baju Disobek Guru, Siswi Ini Masih Malu ke Sekolah

Saat itu, korban yang hendak pulang dari sekolah dihadang kedua tersangka (Mulan dan Madon), yang mengendarai motor Suzuki FU warna hitam, di Jalan Rawa Dondong Desa Sidomukti.

Salah satu tersangka menodong korban dengan senpi, sedangkan tersangka lainnya turun dari motor lalu dorong korban hingga terjatuh kemudian menendang dada korban, setelah itu para tersangka membawa kabur motor Honda Beat BE 3029 KO warna biru putih milik korban.

“Korban berteriak sehingga tersangka dikejar warga. Madon tertangkap dan diserahkan ke polisi berikut barang bukti motor milik korban dan tersangka. Sedangkan Mulan berhasil kabur,” terangnya.

Ternyata, lanjut Syahrial, saat kabur Mulan berulah. Dimana dirinya menghampiri Misnati (45) warga Desa Sumberagung, Abung Timur, yang sedang berada di perkebunan karet Jalan Usaha Tani, Desa Sumberagung, Abung Timur.

Baca Juga:  Dua Kepala Dinas Lampura Menolak Dicopot Dari Jabatannya

Saat itu tersangka berpura-pura meminta minum kepada korban yang tengah berladang. Kemudian, tersangka menodong korban dengan senpi, seraya mengancam akan menembak jika korban tak menyerahkan motornya.

Karena takut, Misnati pun menyerahkan motor Revonya BE 7037 PN dibawa lari tersangka.

“Dari pengakuan Mulan, motor revo tersebut dijual seharga Rp 1,8 juta. Dan dia juga mengakui sudah 10 kali melakukan curas motor,” pungkas Syahrial.(FS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top