Modus

Pelaku Fitnah Terhadap Cagub Nomor 1 Meringkuk di Polres Lamtim

Kendaraan pelaku ujaran kebencian yang diduga menggunakan nopol ganda, diamankan Polres Lampung Timur/WA

BANDAR LAMPUNG  – Tiga terduga terpaksa harus meringkuk di bui Polres Lampung Timur (Lamtim) karena tertangkap tangan tengah melakukan kampanye hitam (Black Campaign) dengan menyediakan selebaran yang berisi fitnah terhadap cagub nomor urut 1.

Dari hasil pemeriksaan diduga ketiganya sudah merencanakan kampanye hitam tersebut, saat ini Polres dan Panwas Lamtim sedang mendalami siapa saja pihak yang terlibat dalam termasuk yang memerintahkan melakukan kampanye hitam tersebut.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro membenarkan ketiga orang yang diduga melakukan black campaign, tadi siang.

“Ya benar, kami mengamankan ketiganya saat ini masih dalam proses pemeriksaan, ” kata dia, melalui sambungan telepon, Senin (7/5).

Baca Juga:  6 Tahun Buron, Mantan Perwira Polisi Tertangkap di Lampung

Koordinator penindakan Panwaslu Lampung timur Uslih mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang di tangkap tangan.

“kita sudah amankan ketiganya, sekarang kita masih lakukan pemeriksaan, untuk hasilnya belum bisa kita sampaikan karena belum final,” ujarnya.

Diduga ketiga pihak yang melakukan kampanye hitam sudah lebih dulu merencanakan aksi kotornya, dengan menggandakan nomor polisi kendaraan Toyota Avanza Silver yang digunakan untuk mengangkut selebaran. Saat ini mobil tersebut sudah diamankan dan akan dijadikan barang bukti.

“Didalam mobil yang digunakan ketiga orang tersebut ada nopol lain. Mobil ikut kita amankan karena mobil tersebut yang membawa selain itu didalam mobil terdapat nomor polisi lain tapi kita temukan STNK dan belum kita dapatkan,” ujarnya.

Baca Juga:  6 Bulan Kasus Randis Lampung Timur Masih Diaudit

Terkait berapa nomor serinya dirinya tidak mengetahui berapanya. “Mobilnya sudah di bawa pihak kepolisian ke Polres Lampung Timur, karena di kantor panwas tempatnya tidak mencukupi sementara nopolnya berada didalam mobil,” jelasnya.

Diketahui, Ketiganya adalah Isnan Subkhi, warga Brajaasri Way Jepara Kota Metro dengan status pekerjaan wartawan, mantan Ketua LMND, Riandes Priantara, warga Adirejo Pekalongan Kabupaten Lampung Timur; dan Framdika Firmanda, warga Jalan Seluang Yoso Dadi, Metro Timur, Metro. Dua nama terakhir berstatus mahasiswa.(LS/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top