Modus

Pekerja Tewas, Polresta Segera Panggil  PT Fujitec Indonesia & Pemkot Bandar Lampung

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya/Suluh/TOM

BANDAR LAMPUNG – Jatuhnya seorang pekerja dari lantai 5 Gedung Satu Atap Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Kamis (27/2) kemarin saat sedang mengoperasikan lift tengah didalami oleh Polresta Bandar Lampung.

Hingga kini penyidik baru mengambil kesaksian dari Agus Setiyawan (36) yang merupakan rekan kerja korban Suryono (32).

Tim Inafis Polresta Bandar Lampung, Jumat (28/2) siang melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan, bersama penyidik saksi Agus Setiyawan turut dihadirkan.

Agus yang merupakan warga Jakarta Barat tercatat sebagai teknisi di PT Fujitec Indonesia berada di lokasi saat korban Yono terjatuh.

Terkait olah TKP lanjutan yang dilaksanakan hari ini guna mencari tahu Standar Operasional Prosedur yang dilaksanakan oleh para pekerja.

Baca Juga:  Pensiunan PNS Hamili Siswi SMP

“Nantinya hasil itu akan terlihat dan akan menentukan tindakan selanjutnya,” kata Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya yang ditemui di ruangnya, Jumat (28/2).

Selain itu, Yan Budi memastikan akan memanggil pihak pemilik proyek (PT Fujitec Indonesia) serta  pemilik gedung (Pemerintah Kota Bandar Lampung).

“Kedua belah pihak akan dipanggil guna dimintai klarifikasi terkait pekerjaan tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya dari lokasi kejadian saat tim Inafis Polresta Bandar Lampung melakukan olah tempat kejadian perkara, terungkap korban Suryono sempat menjerit sebelum terjatuh.

Berdasarkan keterangan saksi Agus Setiyawan (36) kepada petugas di lokasi, keduanya  bekerja sama mengoperasikan lift di lantai 4 dan 5 dengan posisi Agus di dalam lift sedangkan Suryono di atas lift.

Baca Juga:  Hingga Maret Blangko KTP Bandar Lampung Kosong

“Tiba-tiba Yono menjerit aduh, kemudian  terdengar suara benturan, saya buka pintu dan melihat tubuh Yono sudah berada di bawah dengan darah yang sudah banyak sambil memanggil mas tolong mas tolong,” kata Agus.

Kepada petugas juga Agus menjelaskan masih bingung kenapa Yono bisa terjatuh, namun menurut karyawan dari PT Fujitec Indonesia ini, dirinya sempat mengingatkan Yono untuk tidak duduk terlalu pinggir.

“Saya sempat ingatkan dia (Yono) untuk gak duduk terlalu pinggir dan selalu berhati-hati,” katanya.

Suryono sendiri menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Kamis (27/2) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dirinya tewas setelah mengalami luka parah di bagian belakang kepala akibat benturan besi, selain itu sejumlah tulang kaki dan tangan korban diketahui mengalami patah.(TOM)

Baca Juga:  Bilik Asmara di Lapas Rajabasa, Yusdianto : Menkumham Harus Bentuk Tim
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top