Iklan
Bandar Lampung

Pekan Raya Lampung jangan Jadi Kegiatan Mubazir

Pekan Raya Lampung/Flayer

BANDAR LAMPUNG – Akademisi Universitas Lampung, Dedi Hermawan, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, segera melakukan evaluasi. Pasalnya, pada tahun yang sama dua kegiatan yakni Lampung Fair dan Pekan Raya Lampung, dilaksanakan dan membebankan biaya kontribusi dari pemerintah.

“Untuk apa melaksanakan kegiatan yang sama, apa rasionalisasinya. Ini juga termasuk dalam pemborosan dari segi waktu, sumber daya, dan anggaran,” ungkap Dedi, Rabu (31/7).

Kata Dedi, Pemprov Lampung, perlu menjelaskan ke publik terkait pelaksanaan kegiatan yang mubazir.

“Sangat disayangkan kegiatan seperti itu dilaksanakan dengan membebani pemerintah. Seharusnya pemerintah jadi fasilitator saja tidak perlu membebani dengan meminta dana kontribusi,” ungkapnya.

Pemerintah dalam melaksanakan kegiatan yang sama juga perlu melihat beberapa aspek.

Baca Juga:  Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam Tandatangani Fakta Zona Integritas

“BIla ada animo masyarakat yang tinggi dan meminta untuk dilaksanakan dua kali dalam setahun, maka perlu perencanaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut,  kegiatan tersebut hanya membuang energi saja,  seharusnya dalam masa pemerintah yang lesu pendapatannya mengalihkan dana pemerintah untuk pembangunan yang menyentuh rakyat.

“Apalagi kegaiatan seperti ini, tidak memberikan dampak yang signifikan, karena tidak menjadi ikon penggerak ekonomi dan hanya konsuntif, nah ini harius segera di evaluasi betul,” pungkanya.

Diketahui,  Pekan Raya Lampung akan dilaksanakan pada 3-18 Agustus mendatang, kegiatan tersebut di bebani dana kontribusi untuk OPD di lingkungan Pemprov Lampung, sebesar Rp15 juta, sedangkan pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp35 juta.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top