Bandar Lampung

Pegawai Dispenda Pemprov Lampung Diduga Terlantar di RS Graha Husada

RS Graha Husada, Kota Bandar Lampung/Ist

BANDAR LAMPUNG – Tenaga medis Rumah Sakit Graha Husada, di Jalan Gajah Mada No. 6 GH, Tanjung Agung, Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, diduga menelantarkan pasien, Fauzi Rusli (37) Pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Lampung UPT Mesuji, Senin (23/4)

Diceritakan Sofwandi kakak ipar korban, kejadian bermula saat adik iparnya tiba-tiba pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit tipe C ini untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Tadi masuk kesini kurang lebih jam 3 dalam keadaan tidak sadar, dari jam 3 itu kami minta kamar VVIP di atas no 327, tapi sampai malam ini tidak ada dokter yang menangani kecuali dokter umum. Padahal semestinya adek saya ini di tangani oleh dokter penyakit dalam kalo dari hasil dokter penyakit dalam ini masalah syaraf berarti harus tim syaraf yang menangi,” katanya dengan nada penuh emosi kepada awak media.

Baca Juga:  Hindari Kebocoran PAD, Hotel dan Restoran Dipasang Alat Perekam Transaksi

Sofwandi menyayangkan pelayanan buruk rumah sakit Graha Husada yang tidak memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada pasien yang sedang berjuang dengan penyakitnya.

“Adik saya ini kan masalahnya nggak tau apa penyebab dia pingsan sampai nggak sadar, tentu kami sebagai keluarga panik. Tapi pihak media tidak ada yang memberikan penangan cepat. Kalau cuma mau berobat sama perawat nggak perlu kita kerumah sakit. Soal mati hidup itukan urusan allah, tapi kita sebagai manusia kan berusaha,” bebernya.

Terlebih dirinya menyayangkan pihak rumah sakit graha husada yang tidak memperdulikan kondisi pasien justru malah memberikan tagihan rumah sakit yang sudah berjalan selama pasien di rawat.

Baca Juga:  Gerah akan Pemberitaan Miring, Gubernur Arinal Batalkan Pertemuan dengan Media

“Adek saya ini kan PNS sudah jelas dia mampu memberikan pembayaran rumah sakit. Gimana dengan pasien BPJS ?? kalo yang PNS aja yang jelas saja di abaikan. Jika dokter tidak sanggup harusnya pihak rumah sakit memberikan rujukan ke rumah sakit lain, ini sekarang adik saya sudah dipindahkan ke rumah sakit Adven,” sesalnya.

Sementara pihak rumah sakit melalui scurity rumah sakit yang enggan menyebutkan namanya tidak bisa memberikan keterangan dan tanggapan atas peristiwa yang di alami Fauzi.

“Kantor tutup mbak kalo malem, kasir juga masih sibuk. Besok aja mbak kesini temui humasnya,” katanya.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top