Uncategorized

Pedagang Pasar Way Halim Minta Kejelasan Nasib ke DPRD Bandarlampung

Para pedagang Pasar Way Halim sambangi DPRD Kota Bandarampung, minta kejelasan status kios/Ist

BANDARLAMPUNG – Permasalahan kurang meratanya pembagian kios pedagang Pasar Way Halim terus bergulir. Kali ini, puluhan pedagang yang tidak mendapatkan kios di Pasar Way Halim mengadukan nasib mereka ke DPRD Kota Bandarlampung, Selasa (30/1).

Dedi, salah seorang pedagang sembako mengaku, sebelum proses revitalisasi Pasar Way Halim selesai, dirinya telah mendapatkan jaminan akan memperoleh kios saat pengundian pembagian lapak berdagang.

Iming-iming memperoleh kios tersebut lantaran dirinya telah memegang Hak Guna Bagunan (HGB) sebagai bukti bahwa pria berkacamata itu pedagang lama.

Ditambah, berdasarkan saat sosialisasi yang digelar Dinas Perdagangan (Disdag) setempat pedagang lama menjadi prioritas yang akan memeroleh kios.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Bangun Jalan Usaha Tani di 7 Kabupaten

“Waktu itu Disdag menjamin kami (Pedagang pemegang HGB) akan mendapatkan kios, karena kami ini pedagang lama,” tegasnya.

Ironisnya,  saat pengundian pembagian kios, jaminan tersebut tidak terlihat. Dengan alasan dirinya beserta puluhan pedagang lama tak memperoleh lapak berdagang.

“Kami mendapatkan jaminan, tapi nyatanya apa, waktu pengundian kios kami tidak mendapatkan lapak berdagang,” sesalnya.

Atas dasar itu, Dedi meminta agar Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung sebagai leading sektor Dinas Perdagangan setempat untuk mengusut permasalahan itu sampai tuntas.

Tuntutan tidak di situ saja, bahkan Dedi meminta agar Komisi II meminta untuk Disdag dapat mengembalikan kios yang telah menjadi haknya.

Sementara, anggota Komisi II, Yusirwan, menegaskan siap untuk memperjuangkan keluh kesah pedagang Pasar Way Halim.

Baca Juga:  DPRD Yogyakarta Kunjungi DPRD Bandar Lampung Bahas BP2D

“Sampai kapan pun kami siap untuk memperjuangkan aspirasi dan keluh kesah pedagang Pasar Way Halim yang tidak mendapatkan lapak berdagang,” tegasnya.

Dengan alasan,  yang tidak mendapatkan kios didominasi pedagang berwajah lama.

“Iya ini yang mengadu kepada kami kebanyakan pedagang lama, jadinya kami akan memperjuangkan,” kata dia.

Seharusnya, saat pengundian kios, pedagang lama harua diprioritaskan untuk memperoleh lapak berdagang.

“Iya seharusnya, pedagang lama harus menjadi prioritas yang mendapatkan kios berdagang,” tegasnya.

Sebagi tindak lanjut mengenai permasalahan itu, pihaknya akan mengagendakan pertemuan rapat dengar pendapat yang melibatkan Disdag dan pedagang.(RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top